Kisah Perubahan Paradigma Sang Ulama : Muhammad Nasib ar-Rifa’i
Kala itu, seseorang berkata kepadanya: "Mungkin buku ini tidak akan membuatmu senang."
Ia menjawab: "Berikan buku itu padaku."
Syaikh Ar-Rifa’i berkisah: "Aku mengambil buku itu, ternyata judulnya adalah Majmu’ ar-Rasail wa al-Masail karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Aku memegangnya, lalu membukanya tepat di bagian tengah. Tiba-tiba pandanganku tertuju pada sebuah judul: 'Debat Terbuka Ibnu Taimiyah Melawan Para Pendusta dari Kelompok Bataihah ar-Rifa'iyyah'.
Judul itu menghantam kepalaku bagaikan sambaran petir. Betapa tidak, aku adalah bagian dari keluarga Rifa'iyah, baik secara nasab maupun tarekat. Bagaimana mungkin Ibnu Taimiyah berani melabeli kami sebagai pendusta? Seketika aku mencaci dan memaki... Namun kemudian, rasa penasaran mendorongku untuk bergumam: 'Mari kita lihat apa sebenarnya yang dikatakan oleh Ibnu Taimiyah ini!'
Aku pun membaca bab tersebut hingga tuntas. Begitu selesai, hatiku justru membenarkan semua yang dipaparkan Ibnu Taimiyah. Apa yang ia tulis adalah realita yang terjadi dalam tarekat tersebut. Aku adalah 'anak kandung' dari lingkungan itu, dan tentu saja penghuni rumah lebih tahu apa yang ada di dalamnya.
Aku lalu berkata pada diri sendiri: 'Aku harus membaca buku ini dari awal. Ini adalah karya yang wajib dibaca.'
Aku mulai mempelajarinya dengan saksama sebagai seorang peneliti yang mencari kebenaran, hingga aku menyelesaikan jilid tersebut. Aku benar-benar terguncang saat menyadari penyimpangan Ibnu 'Arabi, yang selama ini digelari 'Sultan para Wali', ternyata penuh dengan kekufuran! Aku menyadari bahwa dunia tasawuf sarat dengan bid’ah dan takhayul. Sementara itu, setiap argumen yang dilontarkan Ibnu Taimiyah selalu berpijak pada ayat Al-Qur'an, hadis, serta bukti nyata yang tak terbantahkan.
Aku pun memuji dan bersyukur kepada Allah karena telah menyingkap tabir yang menutup mataku. Kini, cahaya kebenaran telah tampak dan kegelapan batil pun sirna.
Saat itu, aku masih seorang perokok. Aku memutuskan untuk berhenti dan mulai menabung uang yang biasanya digunakan untuk membeli rokok. Setiap kali keluargaku datang menjenguk di penjara, aku memberikan uang tabungan itu kepada mereka seraya berpesan: 'Belikan aku buku karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.'
Begitulah caraku mulai mendalami karya-karyanya hingga akidahku menjadi lurus. Dialah yang menjadi perantara hidayah bagiku, setelah Allah, dalam mengikuti manhaj Salaf. Aku kemudian mendirikan salat dua rakaat dan berjanji: 'Jika Allah mengeluarkanku dari penjara ini, aku pasti akan menyebarkan kebenaran dan manhaj ini.' Dan itulah yang benar-benar terjadi."
Semoga Allah merahmatinya dengan rahmat yang luas. Di antara karyanya yang paling masyhur adalah Taisirul ‘Aliyyil Qadir li Ikhtishari Tafsir Ibni Katsir.
(Dikutip dari catatan perjalanan hidup Al-Allamah Muhammad Nasib ar-Rifa’i rahimahullah)
_____________________
📜 شيخ الإسلام إبن تيمية 📜
فقال: لعلّه لا يعجبك!
قال: هاتِ الكتاب.
يقول الرفاعي: أخذتُ الكتاب، فإذْ به كتاب:(مجموعة الرسائل والمسائل) لشيخ الإسلام ابن تيمية، فأمسكتُه وفتحتُه مِن وسطه، وإذْ بي أَقَعُ على عنوان:(مناظرة ابن تيمية العَلَنيّة لدجاجلة البطائحية الرفاعيّة)، فنَزَل العنوانُ على رأسي نزولَ الصاعقة، فأنا من الرفاعيّة نسَبَاً وطريقة، فكيف لابن تيمية أنْ يصفنا بالدجاجلة، فأخذتُ أسُبُّ وأشتم.. ثم قلتُ - وقد دفعني الفضول -: لأنظُرَنّ ما يقول ابنُ تيمية!! فقرأتُ الفصلَ كلَّه، فلمّا أنْهيتُه وجدتُ نفسي مُسَلِّمَةً لابن تيمية فيما ذكَرَ، فهذا هو واقع الطريقة، وأنا ابنُها، وصاحب البيت أدرى بما فيه..
فقلتُ: لأقرأنّ الكتابَ مِن أوّله فهذا كتابٌ يُجب أنْ يُقْرَأ.. فبدأتُ بقراءة الكتاب قراءةَ المُتمَعّن الباحث عن الحق حتى أنهيت الجزء، وقد هالَني ما فيه ابنُ عربي سلطان الأولياء! وما عنده من الكفر! التصوّف مليء بالبدع والخُرَافات، وها هو ابن تيمية في كلّ ما يقول يدعم قوله بالآية والحديث والبرهان الساطع الذي لا يمكن رَدُّه.. فحمدتُ الله وشكرتُه على إزالته الغشاوةَ عن عيني، وقد أبصرتُ نور الحق وانقشع ظلامُ الباطل.. وقد كنتُ يومها أشرب الدّخان فامتنعتُ عن شُربه، وأخذتُ أدّخر ثمن علبة الدخان، وحين يأتي أهلي لزيارتي أعطيهم هذا المال، وأقول: أحضروا لي كتاباً لشيخ الإسلام ابن تيمية، وهكذا أخذتُ أسلك الطريق في قراءة كتبه، حتى صلُحَت عقيدتي، فهو صاحب الفضل عليّ بعد الله في اتّباع منهج السلف في الاعتقاد، ثم صلّيتُ ركعتين، وقلتُ: لئن أخرجني اللهُ من هذا السجن لأنشرنّ هذا الحقّ وهذا المنهج.. وهذا ما كان..
رحمه الله رحمة واسعة، ومن أشهر كتبه:(تيسير العلي القدير لاختصار تفسير ابن كثير).
صفحات من حياة العلامة محمد نسيب الرفاعي رحمه الله وغفر له
جميل فؤاد الأزهري
Urbn