Kata netizen yang masih lugu dalam dunia dakwah di negeri ini, terkecoh dengan politik Iran yang memainkan taqiyyah, di mana 'Aliy Khâmenei memfatwakan mengharamkan mencela para sahabat, dan fatwâ itu tersebar di media mainstream Arab.
Kita jawâb:
Benar di media-media ia berfatwâ demikian, tetapi di dalam kitâb rujukan syî'ah yang ia tulis dalam kitâbnya tidaklah sebagaimana yang ia fatwâkan dalam dunia politik.
Syî'ah ini agama yang paling tidak dapat dipercaya, karena hanya dalam agama ini menghalalkan dusta yang dinamakan taqiyyah, dan dunia dakwah paling penuh politik dan intrik adalah Syî'ah, sehingga zhâhir yang nampak tidak dapat dipercaya sampai kita kroscek kesesuaian pernyataan mereka dengan kitâb induk yang mereka sebarkan untuk jamâ'ah mereka.
Ketahuilah!!.
'Aliy Khâmenei itu berbeda antara zhâhir dan bâthin, ia berkata baik di media dan berkata jahat terhadap para sahabat di dalam kitâb 'aqîdahnya, seperti ia berkata buruk kepada para sahabat Anshâr, sahabat Abû Bakar, dan sahabat 'Umar, ia menuduh para sahabat memusuhi 'Aliy, dan katanya sahabat dalam memusuhi 'Aliy terpecah menjadi 2 kelompok, kelompok pertama adalah mereka yang tidak mengetahui hak 'Aliy, dan kelompok kedua adalah mereka yang munâfiq lagi hasad.
Selengkapnya kita buktikan dengan merujuk karya tulis 'Aliy Khâmenei, baca gambar stabilo, terjemahannya:
"Dan demikianlah 'Aliy 'alaihissalâm tinggal dan menetap di rumahnya, beliau menderita karena 'uzlah (mengisolasi diri) dan terasing, tidak ada sahabat yang mau menolongnya kecuali Fâthimah dan sebagian sahabat saja, dan semua orang seringkali memusuhinya, sehingga beliau menjadi terjebak di antara dua kelompok sahabat, sahabat pertama yang tidak mengetahui haknya, dan sahabat kedua munâfiq lagi hasad. Dan 'Aliy bersama Fâthimah 'alaihimâs salâm terus mengunjungi rumah-rumah sahabat Anshâr dan mereka meminta pertolongan sahabat Anshâr, dan mereka berkata kepada Fâthimah 'alaihâs salâm: Wahai putri Rasûlullâh sungguh bai'at kami kepada lelaki ini yakni -Abû Bakar- telah berlalu dan seandainya suamimu ('Aliy) dan putra pamanmu telah mendahului datang kepada kami sebelum Abû Bakar, maka kami tidak akan menetapkannya, dan 'Aliy berkata kepada mereka: Apakah Aku biarkan rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wa sallam tetap di rumahnya tanpa dikuburkan?. Dan Aku keluar berdebat dengan manusia tentang kepemimpinannya ?. Dan Fâthimah berkata: Tidaklah apa yang diperbuat Abûl Hasan ('Aliy bin Abiy Thâlib) melainkan apa yang memang sudah sepantasnya bagi beliau. Dan mereka benar-benar telah melakukan perkara yang Allâh akan minta pertanggung jawaban mereka dan akan menuntut mereka.
[Al-Khawâsh Wal Lahzhât Al-Mashiriyyah karya 'Aliy Khâmenei]
Kesimpulan:
Jangan mudah terkecoh dengan apa yang orang-orang Syî'ah tampakkan pada zhâhir media sampai kita memeriksa kesesuaian dengan kitâb-kitâb yang mereka tulis, karena agama mereka adalah agama taqiyyah.