Ibnul Arabi rahimahullah mengatakan :
Tatkala kebatilan mulai merajalela di pasar-pasar dan kemungkaran tampak terang-terangan di sana, para ulama kita memandang makruh bagi orang-orang yang memiliki keutamaan serta mereka yang dijadikan teladan dalam agama untuk memasukinya. Hal ini bertujuan untuk menjaga kehormatan mereka dari tempat-tempat yang di dalamnya Allah didurhakai.
Namun, terdapat riwayat yang menyebutkan: “Barangsiapa masuk ke pasar lalu mengucapkan: Laa ilaaha illallaah, wahdahulaa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir (Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu), maka diampuni dosa-dosanya.”
Hal ini merupakan isyarat bahwa di saat manusia riuh dan ambisius mengejar harta, ia justru menyendiri untuk berzikir kepada Allah. Ia tidak mengharapkan apa pun di tempat itu selain Dia. Tujuannya adalah untuk menghidupkan tempat tersebut dengan ketaatan ketika telah dipenuhi oleh kemaksiatan, menghiasinya dengan zikir saat ia dilalaikan oleh kelalaian, serta untuk mengajarkan kepada orang-orang yang jahil dan mengingatkan mereka yang lupa.
📚 Ahkamul Qur’an, Juz 3, Halaman 1414
________
قال ابن العربي:
لما كثر الباطل في الأسواق، وظهرت فيها المناكر، كره علماؤنا دخولها لأرباب الفضل، والمُهتدَى بهم في الدين، تنزيهًا لهم عن البقاع التي يُعصى الله فيها .
وفي الآثار : من دخل السوق فقال: لا إله إلا الله، وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير، غفرت ذنوبه.
إنباء بأنه وحده عند صخب الخلق ورغبهم في المال، أقبل على ذكر الله، لم يقصد في تلك البقعة سواه؛ ليعمرها بالطاعة إن غمرت بالمعصية ، وليحليها بالذكر إن عطلت بالغفلة، وليعلم الجهلة، ويذكر الناسين.
أحكام القرآن ١٤١٤/٣.
أبو علي الربيعي