Senin, 09 Maret 2026

Membantah syubhat para pemuja Rafidhah (Part 4)

Membantah syubhat para pemuja Rafidhah (Part 4) 

🔎Syubhat keempat: Hanya Wahabi yang mengkafirkan Syi'ah

📝Kita jawab:

📚1) Kita harus tahu bahwa Syi'ah memiliki berbagai sekte dan tingkatan aqidah. Para ulama menjadikan tolak ukur seseorang keluar dari Islam adalah dari amalan yang ia lakukan. Dan di situ ada syarat tegaknya hujjah hingga seseorang bisa dihukumi kafir. Jika seseorang telah terpenuhi syarat iqamah hujjah padanya kemudian ia melakukan hal-hal semisal melaknat serta mengkafirkan para sahabat, atau meyakini al-Qur'an telah diubah, atau meyakini Allah berubah pikiran (bada'), atau meyakini Jibril salah menyampaikan wahyu, atau meyakini imam-imam mengetahui perkara ghaib dan boleh meminta pertolongan kepada mereka, atau aqidah-aqidah kufur lainnya maka ia telah keluar dari Islam. Dan semua ini -jika antum belajar- kita temukan di tulisan atau ucapan para ulama Rafidhah. 
 
📚2) Bahwa Ahlussunnah -yang mereka gelari Wahabi- mengkafirkan Syi'ah akibat aqidah sesat yang mereka anut, bukan alasan lain. Dan perlu diketahui bahwa mayoritas Syi'ah hari ini berada di atas sekte Rafidhah yang memiliki aqidah menyimpang yang mengeluarkan seseorang dari keislaman. Khumaini mengatakan:

إن لأئمتنا لهم مقام لا يصل إليه ملك مقرب ولا نبي مرسل

"Sesungguhnya imam-imam kami memiliki kedudukan yang tidak dicapai oleh malaikat yang didekatkan dan tidak pula oleh nabi yang diutus." (Hukumah Islamiyah: hal 52) 

Hanya Syi'ah Zaidiyah yang sekarang berada di Yaman yang memiliki aqidah berbeda dengan Syi'ah Rafidhah di Iran dan selainnya. 

📚3) Para ulama yang mengkafirkan Rafidhah bukan hanya ulama Saudi saja, dan bukan hanya ulama yang hidup di era kontemporer sekarang. Pengkafiran Rafidhah sudah ada sejak zaman para salaf dari generasi sahabat, tabi'in, tabi' tabi'in dan penerus mereka. Pasti tidak asing bagi antum kisah Ali bin Abi Thalib yang membakar sekelompok orang yang menganggap beliau sebagai tuhan.

Diriwayatkan oleh Imam Abu Bakar al-Khallal bahwa Imam Malik mengatakan:

الذي يشتم أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم ليس لهم نصيب في الإسلام

"Orang yang mencela para sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak ada bagian mereka dalam Islam." (As-Sunnah: 2/557) 

Imam al-Bukhari mengatakan:

ما أبالي صليت خلف الجهمي والرافضي أم صليت خلف اليهود والنصارى، ولا يسلم عليهم ولا يعادون ولا يناكحون ولا يشهدون ولا تؤكل ذبائحهم

"Saya tak peduli mau shalat di belakang Jahmiyah dan Rafidhah atau pun shalat di belakang Yahudi dan Nasrani. Tidak boleh mengucapkan salam kepada mereka, tidak boleh dijenguk, tidak boleh dinikahi, tidak boleh dijadikan saksi dan tidak boleh dimakan sembelihan mereka." (Khalqu Af'al al-'Ibad: hal 125) 

📚4) Sisi paling penting yang dilupakan oleh para pemuja Rafidhah adalah bahwa Rafidhah sendiri mereka mengkafirkan kaum muslimin yang tidak seaqidah dengan mereka, bahkan mereka menghalalkan darah serta harta muslimin selain mereka. Hal ini bisa dilihat dalam kitab-kitab ummahat mereka yang penuh dengan pengkafiran kaum muslimin yang tidak mengakui keimaman Ali, atau tidak meyakini taqiyah dan sebagainya (bisa dilihat di link yang saya share di postingan sebelumnya). Khameini sendiri tatkala berbicara tentang konflik rezim Basyar melawan penduduk Suriah ia mengatakan bahwa ini merupakan "Peperangan melawan kekufuran." 

📚5) Siapa bilang ulama selain Wahabi tidak mengkafirkan Rafidhah? Kamu saja yang asal koar-koar tapi minim literasi. Jika antum buka kitab-kitab ulama ahlul kalam baik Asya'irah maupun selain mereka maka antum akan temui mereka juga mengkafirkan Rafidhah serta aqidah mereka. Imam al-Ghazali mengatakan:

فقائل ذلك إن بلغته الأخبار واعتقد مع ذلك كفرهم فهو كافر.. بتكذيبه رسول الله ﷺ، فمن كذبه بكلمة من أقاويله فهو كافر بالإجماع

"Orang yang mengatakan hal tersebut -yakni kafirnya Abu Bakar dan Umar- jika telah sampai kepadanya hadits-hadits dan tetap meyakini kekafiran keduanya maka ia kafir.. Karena ia telah mendustai Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Barang siapa yang mendustai satu kalimat dari sabda beliau maka ia telah kafir sesuai kesepakatan para ulama." (Fadha'ih al-Bathiniyah: hal 149) 

Selain itu beliau di dalam kitab al-Mustashfa (1/110) menganggap aqidah bada' sebagai aqidah kufur. 

Sedangkan Imam Fakhruddin ar-Razi meriwayatkan bahwa Asya'irah mengkafirkan Rafidhah karena tiga hal: 1) Karena mereka mengkafirkan kaum muslimin, 2) Karena mereka telah mendustai Rasulullah akibat mengkafirkan kaum yang Rasulullah puji dan hormati kedudukannya -yakni para sahabat-, 3) Umat telah sepakat atas kafirnya orang yang mengkafirkan para sahabat ridhwanullah 'alaihim. (Nihayatul 'Uqul -manuskrip-: 212) 

Imam Abdul Qahir al-Baghdadi mengatakan: 

وما رأينا ولا سمعنا بنوع من الكفر إلا وجدنا شعبة منه في مذهب الراوافض

"Tidaklah kami temukan dan tidaklah kami dengar satu jenis pun dari kekufuran kecuali kami temukan bagiannya dalam madzhab Rafidhah." (Al-Milal wan Nihal: hal 52-53) 

Ini semua saya nukilkan perkataan ulama kibar Asya'irah. Jadi agak heran sekarang datang orang-orang yang ngaku Asy'ari namun justru membela orang-orang Rafidhah. Yah maklum saja jika sudah terkena virus hizbiyah begitulah jadinya. 

📷Kitab-kitab tentang perjuangan para ulama empat madzhab dalam membantah aqidah Rafidhah. Kurang hanabilah yang saya rasa cukup menggunakan kitab-kitab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah serta murid beliau Imam Ibnul Qayyim.
ustadz muhammad taufiq