Suatu ketika, Imam Abu Ja'far ath-Thahawi ditanya:
"Mengapa engkau menyelisihi jalan paman Anda sendiri (Imam al-Muzani) dan justru memilih mazhab Abu Hanifah?"
Ath-Thahawi menjawab:
"Sederhana saja. Aku sering memperhatikan pamanku hampir setiap saat mendalami kitab-kitab Abu Hanifah. Itulah yang memutuskanku untuk beralih ke mazhab tersebut."
📚 Al-Irsyad fi Ma'rifati 'Ulama al-Hadits
_____________
Pesan yang tersirat dari jawaban Imam ath-Thahawi sangat mendalam: Jika seorang mujtahid besar dari madzhab Syafi'i seperti Imam al-Muzani saja merasa perlu terus-menerus "mengambil air" dari samudra keilmuan Imam Abu Hanifah, maka tentu ada kedalaman ilmu yang luar biasa di sana. Ini adalah bentuk pengakuan tulus atas kealiman seorang tokoh, melampaui sekat-sekat mazhab.
Allahu a'lam
صفوان الدين الكرمزي