Kebodohan Paus Vatikan telah membunuh seratus juta manusia… dan mengguncang seluruh peradaban serta hampir memusnahkan umat manusia!
Pada abad ketiga belas Masehi, Paus Gregorius IX memutuskan bahwa kucing, terutama yang berwarna hitam, adalah simbol setan yang digunakan dalam ritual sihir dan penyembahan Iblis.
Ia mengeluarkan dekret kepausan yang menjadikannya setan dan memerintahkan pembunuhannya, sehingga menyebar di Eropa kampanye ganas untuk memusnahkannya, hingga kucing menghilang dari kota-kota dan desa-desa, dan tercipta kekosongan ekologis…
Lalu siapa yang mengisi kekosongan itu?
Tikus.
Dan karena kucing adalah musuh alami tikus, hilangnya mereka menyebabkan ledakan jumlah tikus, yang membawa kutu pembawa wabah paling berbahaya yang pernah dikenal manusia:
Wabah Hitam (Black Death).
Di seluruh Eropa, wabah merayap seperti angin hitam membawa kematian. Dalam waktu beberapa tahun saja, ia membunuh lebih dari 100 juta manusia di seluruh dunia, dan menghancurkan sepertiga penduduk Eropa.
Ini bukan sekadar wabah… melainkan gempa peradaban.
Di Eropa:
Feodalisme runtuh, dan mulai muncul benih pemberontakan terhadap gereja.
Kepercayaan terhadap para pendeta hilang, muncul gerakan ekstrem, serta gerakan pencerahan dan ateis.
Upah naik setelah kematian para pekerja, dan wajah ekonomi berubah.
Sedangkan di dunia Islam:
Ia pun tidak luput dari wabah tersebut, yang masuk melalui pintu Syam, Mesir, Hijaz, dan Maghrib dari Eropa lewat perdagangan.
Di Kairo saja, jumlah korban diperkirakan mencapai 200 ribu.
Di Damaskus, Ibnu Hajar al-Asqalani menulis tentang wabah yang “tidak pernah ada bandingannya sejak zaman nabi Adam”, dan kehilangan keluarganya, sebagaimana dilakukan Ibnu Khaldun yang mengubur keluarganya dan mencatat tragedinya dalam Muqaddimah-nya. Kota-kota runtuh, ilmu pengetahuan terhenti, para ulama meninggal, dan kemunduran intelektual menyelimuti selama puluhan tahun.
Di belahan dunia yang lain, yaitu benua Amerika, nasib serupa menimpa bangsa-bangsa asli ketika orang Eropa tiba pada akhir abad ke-15. Penjelajah seperti Columbus dan para kolonis berikutnya membawa penyakit-penyakit seperti cacar, campak, influenza, dan lainnya—yang belum pernah dikenal penduduk asli sehingga mereka tidak memiliki kekebalan tubuh. Akibatnya, terjadi gelombang wabah dahsyat yang memusnahkan populasi dalam skala besar. Estimasi terkini menunjukkan populasi asli Amerika sebelum 1492 mencapai sekitar 60 juta jiwa, dan dalam satu abad berikutnya, sekitar 90% di antaranya meninggal—sekitar 50–56 juta orang—terutama karena penyakit, ditambah perang, perbudakan, dan gangguan sosial. Ini bukan hanya bencana demografis, tapi juga gempa peradaban yang mengubah lanskap benua, memungkinkan kolonisasi Eropa berlangsung lebih cepat, dan bahkan memengaruhi iklim global karena lahan pertanian yang ditinggalkan tumbuh kembali menjadi hutan yang menyerap karbon dalam jumlah besar.
Semua ini…
hanya karena Paus bodoh memutuskan bahwa kucing menyebabkan penyembahan setan!
✍️Dr Zico Pratama Putra