Pendapat Imam Nawawi Tentang Membangun Makam dari Kitab kitab Beliau
«أَمَّا تَجْصِيصُ القَبْرِ وَالبِنَاءُ عَلَيْهِ فَحَرَامٌ، وَهَذَا مَذْهَبُ الشَّافِعِيِّ وَجُمْهُورِ أَصْحَابِهِ».
“Adapun mengapur (melapisi dengan gips) kuburan dan membangun di atasnya, maka hukumnya haram. Ini adalah mazhab Imam asy-Syafi‘i dan mayoritas para pengikutnya.”
🔹 المصدر:
النووي، شرح صحيح مسلم،
ج 7 ص 36 (دار إحياء التراث العربي)
«وَيَحْرُمُ أَنْ يُبْنَى عَلَى القَبْرِ قُبَّةٌ أَوْ بَيْتٌ أَوْ غَيْرُهُمَا، وَيَجِبُ هَدْمُهُ إِنْ بُنِيَ».
:
“Haram membangun di atas kubur berupa kubah, bangunan rumah, atau selain keduanya. Dan wajib merobohkannya apabila telah dibangun.”
🔹 المصدر:
النووي، المجموع شرح المهذب،
ج 5 ص 298 (دار الفكر)
:
«وَإِنْ كَانَتِ المَقْبَرَةُ مُوَقَّفَةً لَمْ يَجُزِ البِنَاءُ عَلَيْهَا بِاتِّفَاقِ الأَصْحَابِ، وَإِنْ كَانَتْ فِي أَرْضٍ مَمْلُوكَةٍ لِلْمَيِّتِ فَالْمَذْهَبُ تَحْرِيمُهُ أَيْضًا».
:
“Apabila kuburan tersebut berada di tanah wakaf, maka tidak boleh dibangun di atasnya berdasarkan kesepakatan para ulama mazhab. Dan apabila kuburan itu berada di tanah milik si mayit, maka pendapat resmi (dalam mazhab Syafi‘i) juga mengharamkannya.”
🔹 المصدر:
النووي، روضة الطالبين،
ج 2 ص 139 (المكتب الإسلامي)
:
«وَالسَّبَبُ فِي النَّهْيِ أَنَّهُ ذَرِيعَةٌ إِلَى تَعْظِيمِهَا وَالِافْتِتَانِ بِهَا».
:
“Sebab larangan tersebut adalah karena hal itu menjadi sarana menuju pengagungan kuburan dan timbulnya fitnah (ghuluw dan penyimpangan) dengannya.”
🔹 المصدر:
النووي، شرح صحيح مسلم،
ج 7 ص 37 (دار إحياء التراث العربي)
Ustadz noor ikhsan silviantoro
https://www.facebook.com/share/16pfViRYDJ/