Foto merupakan Faidah yang di share oleh Ust. Anas.
Ini terjemahan versi chatgbt.
Sesungguhnya orang yang paling berhak menghiasi dirinya dengan sifat sabar, pemaaf, dan lemah lembut adalah para pendidik, baik guru, orang tua, maupun para ulama.
Adapun murid-murid dan anak-anak, kebanyakan mereka masih berada pada usia muda. Anak muda biasanya kurang pengalaman, akalnya belum matang, sehingga jika mereka diperlakukan dengan kasar dan keras, hal itu justru:
Membuat mereka menjadi pembangkang
Merusak akhlak mereka
Membiasakan mereka pada kekerasan
Dan tidak melatih mereka untuk memahami kesalahan orang lain
Akibatnya, kesalahan justru datang dari pihak pendidik sendiri.
Hal ini jelas menunjukkan bahwa akal para pendidik belum sempurna, bila dibandingkan dengan akal murid-murid dan anak-anak mereka.
Sebab, jika mereka benar-benar dewasa dan matang akalnya, tentu mereka akan:
Bersikap baik dalam berinteraksi
Memahami kondisi orang yang lebih muda
Lebih bijak dalam menghadapi kesalahan
Maka siapa sebenarnya yang lebih matang akalnya, lebih berpengalaman, dan lebih berilmu:
orang yang mendidik, atau yang dididik?
Jangan sampai engkau berkata:
“Aku bersikap keras kepada mereka agar mendidik mereka,”
atau
“Agar mereka tidak mengulangi kesalahan.”
Karena betapa banyak alasan seperti ini justru menjadi sebab kerusakan besar, permusuhan, dan kebencian:
Antara suami dan istri
Antara orang tua dan anak
Antara guru dan murid
Antara atasan dan bawahan
Sering kali, orang yang mengucapkan kalimat-kalimat keras itu sebenarnya menampakkan buruknya akhlak mereka sendiri, serta kurangnya kesabaran dan kelembutan, bukan karena demi kebaikan.
Seandainya mereka jujur pada diri sendiri, niscaya mereka akan mengakui bahwa:
Semua itu dilakukan karena buruknya akhlak mereka,
bukan karena benar-benar ingin menasihati, mendidik, dan memperbaiki.