Rabu, 28 Januari 2026

Saling Benci Tapi Masih Dapat Pahala?

Saling Benci Tapi Masih Dapat Pahala?  

☆☆☆ 

Kadang terjadi kasus dua orang sesama muslim saling membenci karena berbeda pandangan. Masing-masing dari keduanya meyakini berada di atas kebenaran dan memandang pihak lainnya di atas kebatilan, sehingga ia kemudian membencinya karena Allah, dengan motif membela kebenaran yang diyakininya tersebut. 

Berkaitan dengan kasus di atas, al-'Allamah al-Munawi berkata: 

يثاب المتباغضان في الله وإن كان أحدهما مخطئًا؛ لأنّ الفرض أنَّ كلا منهما أدّاه اجتهادُه إلى اعتقادٍ أو عملٍ ينافي اجتهاد الآخر، وغالبُ فِرق الأمة وطوائفها من هذا ما لم يتضمن بعضُها كفرًا، وأكثر العقائد المختلف فيها بين الأمة اجتهاديٌ

"Boleh jadi dua orang yang saling membenci itu mendapatkan pahala, jika motifnya adalah karena Allah. Meskipun salah satunya keliru. Konteksnya diasumsikan bahwa masing-masing melaksanakan ijtihadnya sampai kepada akidah atau amalan yang bertentangan dengan ijtihad pihak lainnya. Kebanyakan kelompok dan golongan umat Islam termasuk dalam kategori tersebut, selama sebagian mereka tidak mengandung kekufuran. Dan, mayoritas perkara akidah yang diperselisihkan di antara umat Islam itu (memang) bersifat ijtihadi (dibangun atas dasar ijtihad)." 

[Ref.: Syarh al-'Arba'in an-Nawawiyyah, hlm. 567, karya Zainuddin 'Abdurrauf al-Munawi asy-Syafi'i, tahqiq 'Abdul 'Athi Muhyi Ahmad asy-Syarqawi dan Wail Muhammad Bakr Zahran asy-Syansyuri, cet. Dar adh-Dhiya` (Kuwait) dan 'Ilm li-Ihyait Turats (London-Mesir).]   

Credit: Syaikh Labib Najib 

SAMHA Project — adniku 260128 

☆ ☆ ☆  

Telegram (Arsip Fawaid): t.me/samha_project
Grup WA (Info Kajian): https://chat.whatsapp.com/LtMBmkNbtuC1YUelBUEHSs