No Viral No Justice
Sering dengar ungkapan ini, kan?
Ungkapan yg berlaku unt orang lemah yg terzolimi.
Si zolim tidak takut, karena merasa dia lebih kuat, tidak bisa tersentuh hukum, si lemah hanya bisa sabar, tidak tahu berbuat apa.
Tapi, dengan diviralkan, maka hukuman sosial pun berjalan.
Masyarakat dan netizen semua bersuara, mendoakan keburukan, mencela kezaliman.
Hasilnya, si zolim ciut, karena merasa hukuman masyarakat bisa saja membinasakan dirinya atau menghancurkan karirnya.
Akhirnya berujung minta maaf.
Dalam sebuah hadits disebutkan:
جاء رجلٌ إلى النبيِّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ يشكو جارَه، فقال : اذهب فاصبرْ فأتاه مرتين أو ثلاثًا فقال : اذهب فاطرحْ متاعَك في الطريق . فطرح متاعَه في الطريق، فجعل الناسُ يسألونه فيخبرهم خبره، فجعل الناسُ يلعنونَه : فعل اللهُ به، وفعل، وفعل، فجاء إليه جارُه فقال له : ارجعْ لا ترى مني شيئًا تكرهه
Artinya:
Seseorang datang menemui Rasulullah mengeluhkan perihal tetangganya. Rasulullah mengatakan, "sabar saja".
Setelah dia datang ketiga kalinya, barulah Rasulullah menyuruh dia mengeluarkan perabotan rumah ke jalan.
Hasilnya, setiap orang lewat melihat perabotan kok ada di luar rumah, mereka bertanya ada apa gerangan, maka dia menceritakan perihal gangguan tetangganya.
Semua orang yg mendengar curhatan orang itu, mereka melaknat dan mendoakan keburukan untuk tetangga itu.
Akhirnya, tetangganya bisa tersadar, dan mendatangi dia, "sudah, masukkan kembali perabotanmua, aku tidak akan menggangumu lagi"
(H.R. Abu Daud)
Ustadz yasir kencong
Dosen stdi jember