Rabu, 28 Januari 2026

Majelis kajian pada malam ini ditutup dengan nasihat dan pengarahan dari Gurunda Dr. Akram Ali Ziyadah, setelah pembahasan kitab Bahjatu Quluubil Abraar karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa‘di رحمه الله, khususnya pada hadis ke-16, 17, dan 18.

Majelis kajian pada malam ini ditutup dengan nasihat dan pengarahan dari Gurunda Dr. Akram Ali Ziyadah, setelah pembahasan kitab Bahjatu Quluubil Abraar karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa‘di رحمه الله, khususnya pada hadis ke-16, 17, dan 18.
Dalam nasihatnya, beliau menegaskan bahwa seorang pendidik hendaknya menanamkan sikap lemah lembut, kesabaran, dan kasih sayang dalam proses mendidik santri. Sikap marah, apalagi kekerasan fisik, hendaknya dihindari dalam kondisi apa pun. Apabila seorang pengajar terlanjur melakukan kesalahan, maka dianjurkan untuk segera meminta maaf, memperbanyak istighfar, serta mengiringinya dengan amal-amal kebaikan sebagai bentuk taubat dan perbaikan diri.
Beliau juga mengingatkan bahwa profesi mengajar merupakan amalan yang sangat mulia di sisi Allah, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرَضِينَ، حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا، وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ
Artinya:
“Sesungguhnya Allah, para malaikat-Nya, dan seluruh penghuni langit dan bumi, bahkan semut di dalam lubangnya dan ikan di lautan, mendoakan kebaikan bagi orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.”
(HR. At-Tirmidzi)
ustadz ali yahya