Para sahabat satu manhaj, satu akidah, namun antara mereka bisa terjadi peperangan.
Sejarah itu bukan untuk jadi dongen pengantar tidur, namun untuk dijadikan pelajaran.
Salah satu kejadian besar dalam sejarah Islam ialah peperangan antara pasukan Khalifah Ali bin Abi Thalib berhadapan dengan pasukan Az ZUbair bin Awwam 'AIsyah dan Thalhah radhiallahu 'anhum, Peperangan yang dikenal dengan perang Al Jamal.
Menurut anda apakah mereka berperang karena mereka berbeda akidah, atau manhaj?
Tentu saja tidak, akidah dan manhajmeeka satu, namun ada beberapa faktor yang melatar belakangi terjadinya peperanagn antara mereka.
1. Niat baik yang ternyata kurang sesuai dengan kebenaran, alias ada perbuatan zholim dari salah satunya, karena seharusnya sahabat Az Zubair dan lainnya mengedepankan kepatuhan kepada sahabat Ali bin Abi Thalib yang telah bersetatus sebagai Khalifah sehingga persatuan ummat terjaga. Namun demikian, ketiga sahabat tersebut dengan niat baik, memilik membuat barisan baru dengan maksud mendamaikan antara Khalifah Ali dengan sahabat Mu'awiyah dan pendukungnya.
Ketika keadaan telah diluar kendali, dan peperangan telah berkecamuk, sahabat Az Zubari berkesempatan berjumpa langsung dengan Khalifah Ali bin Abi Thalib, beliau diingatkan oleh sang Khalifah tentang pesan yang pernah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang pernah beliau sampaikan langsung kepada beliau dan di hadapan sahabat Ali bin Thalib.
لَتُقَاتِلَنَّهُ وَأَنْتَ ظَالِمٌ لَهُ ، ثُمَّ لَيُنْصَرَنَّ عَلَيْك ، قَالَ : قَدْ سَمِعْت لاَ جَرَمَ ، لاَ أُقَاتِلُك.
Wahai Az Zubair, suatu saat engkau benar benar akan memeranginya (Ali bin Abi Thalib) sedangkan engkau berada dalam posisi menzholiminya (berbuat kesalahan kepadanya) dan kemudian ia akan mendapat kemenangan melawanku"
Seketita sahabat Az Zubari teringat dengan pesan itu, dan segera beliau berpamitan meninggalkan medan perang yang sedang berkecamuk. (Ibnu Abi Syaibah dll)
2. Adanya para penyusup, yang dengan sengaja memprovokasi kedua barisan, sehingga timbul kesalahan pahaman antara kedua kelompok. Para provokator yang nota bene juga para khowarij pembunuh Khalifah Utsman bin Affan yang menyusup di kedua barisan. Para penyusup itulah yang melakukan penyerangan pertama kali kepada kedua kelompok. Akibatnya, masing masing kempok merasa dirinya berada pada posisi membela diri, bukan sebagai yang mengawali penyerangan. Masing masing merasa sebagai pihak terzholimi, karena diserang duluan. Demikian penjelasan para ahli sejarah, awal mula terjadinya perang saudara antara kedua kelompok yang sama sama berniat baik tersebut. (Al Bidayah wa an Nihayah oleh Ibnu Katsir 7/267)
Bila "tukang gosok" alias provokator bisa menyelinap di barisan yang dipimpin oleh Khalifah Ali bin Abi Thalib dan tiga orang sahabat senior lainnya radhiallahu 'anhum, bagaimana dengan barisan para pendakwah dan penceramah zaman sekarang.....
Karena itu, betapa pentingnya para pendakwah untuk mewaspadai ring 1, 2, 3 dan seterusnya agar bersih dari tukong gosok dan penjual "kompor" yang sangat mungkin berkeliaran di sekitarnya.
Anda penasaran bagaimana ulah dan pola tukang gosok menjalankan perannya?
Baca saja komentar komentar di halaman saya beberapa hari ini, banyak akun akun yang dikunci dengan nama samaran, yang komentarnya beraroma "gas kompor"....menanti percikan api.
Ustadz Dr muhammad arifin badri Ma