عبد الله بن عبد الرحمن الجبرين
موضوع الفتوى حكم تجريح العلماء والدعاة
السؤال
س:هناك بعض الشباب يُجرِّحون في بعض الدُعاة والمشايخ، فما نصيحتكم لمثل هؤلاء؟
الاجابـــة
علينا أن ننصحهم ونُبيِّن لهم أن عليكم إصلاح أنفسكم، فإن عندكم أخطاء أكثر وأكثر فعليكم أن تُصلحوا أنفسكم، وعليكم أن تستروا عوراتِ إخوانكم، فمن ستر مسلمًا ستره الله، وأن تلتمسوا لهم الأعذار كما ورد عن بعض السلف أنه قال: إذا سمعت من أخيك كلمةً فالتمس له عذرًا. وقال: لا تظن بكلمةٍ صدرت من أخيك شرًا وأنت تجد لها في الخير محملا، احملها على أحسن المحامل. عليك أن تذكر فضلهم، إذا كان لهم فضائل، ولا تكتم فضلهم وتُبدي أخطاءهم وكأنهم ليس لهم فضلٌ أبدًا، وهذه عادة سيئة أنَّ كثيرًا من الناس يلتمس عثرات بعض العُبَّاد والعلماء ونحوهم، ويُفشيها ويُعلنها ويكتم فضائلهم وآثارهم وعلومهم النافعة، فيكون كما قال الشاعر:
ينسـى مـن المعـروف طـودًا شامخًا
ولـيس ينسى ذَرَّةً ممن أســـــاء
فكيف تنسى فضائلهم وآثارهم ولو كانت أمثال الجبال، ولا تنسى ذَرَّةً صدرت من أحدهم ـ يعني خطيئة ـ هذا لا شك أنه من الخطأ الكبير.
عبد الله بن عبد الرحمن الجبرين
fatwa Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Jibrin mengenai hukum mencela (tajrih ulama dan dai a:
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Jibrin
Topik Fatwa: Hukum Mencela Ulama dan Dai
Pertanyaan:
Terdapat sebagian pemuda yang melakukan tajrih (mencela/menjatuhkan kehormatan) terhadap sebagian dai dan guru. Apa nasihat Anda bagi mereka?
Jawaban:
Kita wajib menasihati mereka dan menjelaskan bahwa seharusnya kalian memperbaiki diri kalian sendiri terlebih dahulu. Sesungguhnya kalian memiliki kesalahan yang jauh lebih banyak, maka perbaikilah diri kalian.
Kalian juga wajib menutupi aib saudara-saudara kalian, karena barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya. Hendaknya kalian mencari uzur (pembenaran/alasan baik) bagi mereka, sebagaimana diriwayatkan dari sebagian ulama salaf yang berkata:
> "Jika engkau mendengar suatu ucapan dari saudaramu, maka carilah uzur baginya." Beliau juga berkata:
> "Janganlah engkau menyangka buruk terhadap kalimat yang keluar dari saudaramu, sementara engkau masih bisa menemukan celah kebaikan padanya. Bawalah ucapan tersebut pada makna yang terbaik."
>
Wajib bagimu untuk menyebutkan keutamaan-keutamaan mereka jika memang mereka memilikinya. Janganlah engkau menyembunyikan kebaikan mereka lalu menonjolkan kesalahan-kesalahan mereka seolah-olah mereka tidak memiliki kebaikan sama sekali.
Ini adalah kebiasaan buruk, di mana banyak orang mencari-cari keterpelesetan para ahli ibadah, ulama, dan sosok serupa, lalu menyebarkannya dan mengumumkannya, namun menyembunyikan keutamaan, jejak kebaikan, serta ilmu mereka yang bermanfaat. Orang seperti ini seperti yang dikatakan oleh penyair:
Ia melupakan segunung tinggi kebaikan...
Namun tak pernah lupa sekecil debu kesalahan...
Bagaimana mungkin engkau melupakan keutamaan dan jejak kebaikan mereka meskipun setinggi gunung, namun engkau tidak bisa melupakan satu "debu" kesalahan yang dilakukan salah satu dari mereka? Tidak diragukan lagi bahwa ini termasuk kesalahan yang besar.
Abdullah bin Abdurrahman al-Jibrin