Status ustadz menambah perpecahan.....bukan pert terakhir insyaAllah.
Lo kok bukan terakhir?
La iya, kan saya selalu aktif di medsos, ya status atas izin Allah akan terusa saya update....anda suka atau anda tidak suka, insyAllah bukan tujuan saya.
Patut anda ketahui, bahwa saya tidak merasa memusuhi orang tertentu, namun saya hanay menceritakan perjalanan hidup saya. Masalah ada orang yang tersinggung atau kecewa, itu bukan tujuan saya, karena saya menceritakan tentang perjalanan hidup saya sendiri, yang tentu terkait dengan banyak pihak, namanya juga makhluq sosial yang berinteraksi dengan panyak pihak.
La, apa tidak kawatir status anda dimanfaatkan oleh orang untuk menyerang teman teman anda sendiri?
Lo, masalah orang yang benci dengan dakwah salaf atau sebagian figur dakwah salaf salaf, maka mereka akan terus mencari apa saja untuk mendiskreditkan dan menghujat. Saya menuklis atau tidak menulis, meeka akan tidak kekurangan materi untuk menghujat dan menghina.
Namun itu semua bukan tujuan saya, karena anda juga harus sadar bahwa tulisan saya ini juga sangat mungkin digunakan oleh orang lain untuk menghujat saya, dengan masa lalu saya atau lainnya.
Kawan! Tujuan saya hanya menulis sejarah perrjalanan hidup saya sendiri, yang kalau anda tidak tulis, ada kemungkinan ditulis orang lain, yang tentu menurut versi mereka sendiri....dan itu sudah terjadi, bertapa banyak yang mengaku bahwa fase sebelum saya diterima di UIM, saya sudah diajari manhaj salaf, padahal faktanya saya diajari manhaj yang saat ini dihujat oleh banyak orang dan menjadi amunisi untuk menjatuhkan kehormatan orang, yaitu manhaj sururi.....karena buku buku dan bacaan lepas yang diajarkan ke kami kala itu nyata nyata karya orang orang yang saat ini dikenal sebagai figur figur sururi.
Bila kita selama ini mengajarkan orang untuk jujur, mengapa kita takut untuk jujur tentang diri kita sendiri?
Dan kalau yang anda kawatirkan, bahwa status saya menambah perpecahan, maka saat ini, perpecahan itu sedang gencar gencarnya disemai oleh banyak orang.
Kok bisa demikian?
Ya, karena banyak orang menduga bahwa persatuan itu hanya bisa diwujudkan bila semua orang telah menjadi satu warna, satu amalan, dan satu keyakinan.
Adapun persatuan di tengah beragam perbedaan, maka itu diyakini oleh banyak orang sebagai persatuan kebon binatang, alias persatuan yang salah arah, palsu dan tercela......
Persatuan yang mereka inginkan hanyalah persatuan yang dibangun di atas kesamaan dalam segala hal tanpa ada perbedaan pilihan, pemikiran, dan pemahaman?
Sekecil apapun perbedaan yang ada, maka harus segera dihapuskan demi menjaga atau mewujudkan persatuan.
Kawan! Pola pikir semacam inilah yang sebenarnya mennjadi awal dari perpecahan, karena setiap manusia itu punya kesalahan dan kekurangan......bila harus sama dalam semua urusan maka tidak mungkin ada persatuan.
Persatuan akan menjadi kenyataan bila yang kaya menyantuni yang miskin, yang kuat menyayangi yang lemah, yang pandai mengajari yang bodoh, yang benar menggandeng tangan yang tersesat agar ia dapat kembali ke jalan kebenaran, dan terbebas dari badai nafsu dan godaan setan yang menghanyutkannya. Yang terzholimi memaafkan yang menzholimi, dan yang dimusuhi terus berusaha merajut tali persaudaraan yang terputus. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mencontihkan bagaimana kiatnya persatuan dan persaudaraan itu dijaga dan diwuudkan:
لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ وَلَكِنْ الْوَاصِلُ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا
Orang yang menyambung silatur rahim bukanlah orang yang berbalas (kebaikan keluarga/kerabatnya), akan tetapi orang yang benar benar menyambung silatur rahim adalah orang yang jika hubungan kekeluargaanya diputus, maka ia berusaha menyambungnya. (Al Bukhari)
Bila anda hanya bisa membangun persatuan dengan orang yang SUDAH sefrekuensi dengan anda, berarti anda tidak memiliki kontribusi dalam mewujudkan persatuan itu.
Beda halnya bila anda secara proaktif, membangun persamaan itu, dan mengupayakan agar persatuan tidak berubah menjadi permusuhan, walau pihak lain telah lancang menyulut api perpecahan, anda sekuat tenaga memadamkannya.....
Ah, sudah kepanjangan,....diteruskan besok lagi saja ya.
Nah, kini giliran anda membuktikan langkah nyata menyambung persatuan itu, dengan cara bergabung dengan kami di sini 👇walau anda kecewa dengan status saya:
https://stdiis.ac.id/headline/brosur-pmb-stdiis-t-a-2026-2027/
he he he, akal akalane wong iklan ki ono ono wae yo.
https://www.facebook.com/share/17sEeBRs9g/