๐️ ๐ ๐๐ฒ๐๐ซ๐๐ญ ๐๐ฎ๐ญ๐ฅ๐๐ค ๐๐ ๐๐ซ ๐๐ฅ๐ฆ๐ฎ ๐๐๐ง๐๐ญ๐๐ฉ
Imam Ibn al-Mubฤrak ุฑุญู
ู ุงููู menekankan bahwa ilmu tidak akan menetap di hati yang lalai. Berikut adalah syarat-syaratnya:
๐. ๐๐๐ง๐ ๐จ๐ซ๐๐๐ง๐๐ง ๐
๐ข๐ฌ๐ข๐ค (๐๐๐ซ๐ค๐ฎ๐ซ ๐๐๐ก๐๐ก) Beliau selaras dengan ucapan Yahya bin Abi Katsir: "๐๐ฅ๐ฆ๐ฎ ๐ญ๐ข๐๐๐ค ๐๐ข๐๐๐ฉ๐๐ญ ๐๐๐ง๐ ๐๐ง ๐๐๐๐๐ง ๐ฒ๐๐ง๐ ๐ฌ๐๐ง๐ญ๐๐ข." Menuntut ilmu membutuhkan rasa lelah, kesabaran dalam menelaah, dan kerelaan untuk meninggalkan zona nyaman demi mengejar rida Allah.
๐. ๐๐๐ญ๐ข ๐ฒ๐๐ง๐ ๐๐๐ง๐ฎ๐ก ๐๐จ๐ซ๐ฆ๐๐ญ (๐๐'๐ณ๐ก๐ข๐ฆ) Menghormati guru dan kitab bukan sekadar formalitas lahiriah, melainkan sebuah "kunci" spiritual yang memutar gerendel pemahaman di dalam hati. Tanpa penghormatan, pintu ilmu akan tetap terkunci rapat meskipun kita membacanya berulang kali.
๐. ๐๐ข๐ฌ๐๐ง ๐ฒ๐๐ง๐ ๐๐๐ซ๐๐๐๐ Lisan yang dijaga dari pertanyaan yang bertujuan mempermalukan orang lain atau pamer kecerdasan adalah tanda kesiapan hati menerima cahaya. Sebagaimana pesan Ibn Jama'ah, adab berbicara menentukan sejauh mana ilmu akan meresap menjadi hidayah.
๐ก ๐๐๐ง๐ฎ๐ง๐ ๐๐ง ๐๐๐ง๐ฎ๐ญ๐ฎ๐ฉ
Ilmu adalah tamu yang mulia. Ia hanya akan singgah dan menetap lama di rumah (hati) yang pemiliknya telah bersusah payah mempersiapkan penyambutan dengan pengorbanan, penghormatan, dan lisan yang terjaga.
๐ "๐ฑ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐
๐๐๐๐๐ ๐๐
๐๐ ๐
๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐."
Ustadz musa jundana ihsan