Senin, 26 Januari 2026

Ustadz sendiri salafy model siapa?.....bukan partai 10.

Ustadz sendiri salafy model siapa?.....bukan partai 10.

Di dunia dakwah salaf telah terjadi perang klaim salafy atau mungkin lebih tepatnya klaim paling salafy. Bukan hanya di timur tengah, di Indonesia tidak mau ketinggalan, dari hari ke hari, friksi demi friksi terus terjadi, setiap kelompok saling menghhujat dan memponis keluar dari kelompok salaf, baik dengan sebutan sururi, atau ikhawni atau lainnya.

Para guru saya yang kala itu satu barisan, kini mereka telah terbelah belah menjadi beberapa barisan, masing masing barisan mendiskreditkan yang lain, saling mencari kesalahan dan menghujat, semua dengan spirit "mempertahankan kemurnian" dakwah salaf. Semua golongan mengklaim tindakannnya sebagai tuntutan manhaj salaf.

Walau demikian, masih banyak dari guru guru saya yang masih seperti yang dulu, fokus mendakwahkan ilmu, mengingkari kemungkaran tanpa ada ambisi menerbitkan ponis. Dan kalaupun mereka dihujat atas sikapnya itu, mereka tak ambil pusing....semoga Allah meneguhkan beliau beliau istiqamah di atas manhaj ini.

Pokoke dikit dikit manhaj, manhaj, manhaj, seakan akan bila perang klaim ini tidak dilakukan maka manhaj salaf menjadi sirna. 

Silahkan ambil sample siapapun dari pendakwah yang anda kagumi, insyaAllah ia telah diklaim keluar dari manhaj salaf, pengagum Syeikh Al Albani dihujat oleh pengagum Syeikh Rabi', dan pengagum Syeikh Rabi' dihujat oleh pengagum Syeikh Al Albani, dan mereka semua dihujat oleh pengagum syeikh Muhammad bin Hadi Al Madkhali, demikian seterusnya.....

Lo, jebolan yaman ndak gitu yo!  He he he, ngarang kali.

Penonton, lama lama paham, bahwa seakan akan ada konsesus diantara kita semua walau beda hasilnya, bahwa untuk memvalidasi kesalafiyahan diri, mengharuskan ada pihak lain yang dijadikan sasaran tembak, seakan akan job utama kita adalah memfilter anggota keluarga dakwah salaf. 

Salafy tanpa menyerang orang lain, alias diam dan terus fokus berdakwah tanpa menghujat siapapun, apalagi sampai bisa tersenyum dengan kelompok lain, maka 1000 % langsung out dari rumah besar salafy.

Seakan kita semua lupa bahwa dahulu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bisa meredam tokoh tokoh munafiq tanpa harus menghujat mereka terus menerus, namun beliau menggunakan metode ta'alif qulub. 

Tatkala ada sahabat yang usul agar sebagian orang munafik itu dibunuh saja karena sudah terbukti sering buat onar, beliau menolak dengan alasan: 
دَعْهُ لاَ يَتَحَدَّثُ النَّاسُ أَنَّ مُحَمَّدًا يَقْتُلُ أَصْحَابَهُ ‏"‏
biarkan dia, agar mssyarakat tidak mengatakan bahwa Muhammad tega membunuh sahabatnya sendiri”. (Al Bukhari)

Bahkan Allah Ta'ala memberikan porsi/bagian dari zakat kepad orang orang kafir yang dikawatirkan akan mengganggu ummat Islam, dan bagian bagi orang muslimyang lemah iman, atau yang disebut dengan muallafah.

Fakta hari ini, dari satu barisan mennjadi dua, kemudian berkembang menjadi tiga, selanjutnya menjadi empat dan terus berpecah belah.

Padahal dahulu, tatkala Islam datang, suku suku yang semula berperang saling menumpahkan darah bersatu, dengan segala perbedaan yang ada di antara mereka....mereka bersatu bukan karena mereka semua sama, namun bersatu karena kesatuan iman dan tujuan, yaitu mencari ridha Allah, adapun ego pribadi dan kepentingan pribadi benar benar berhasil mereka singkirkan.

Lo, kenapa hari ini susah bersatu sesama orang orang yang mendakwa di atas manhaj salaf, alias mengikuti para sahabat dan ulama' terdahulu?

Jawabannya sederhana, ada pada firman Allah Ta'ala:
وَمَا
تَفَرَّقُوا إِلَّا مِن بَعْدِ مَا جَاءهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ
سَبَقَتْ مِن رَّبِّكَ إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى لَّقُضِيَ بَيْنَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ
أُورِثُوا الْكِتَابَ مِن بَعْدِهِمْ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ مُرِيبٍ 
Dan mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah melainkan sesudah datangnya pengetahuan kepada mereka karena tindak melampaui batas antara mereka. Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil) sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu. (As Syura' 14)

Lo, ayat ini kan tentang ahlul kitab, apa ummat Islam disamakan dengan ahlul kitab?

 Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

افترقت اليهود على إحدى و سبعين فرقة ، فواحدة في الجنة و سبعين في النار ، و افترقت النصارى على اثنين و سبعين فرقة فواحدة في الجنة و إحدى و سبعين في النار ، و الذي نفسي بيده لتفترقن أمتي على ثلاث و سبعين فرقة ، فواحدة في الجنة و ثنتين و سبعين في النار ، قيل يا رسول الله من هم ؟ قال : هم الجماعة

“Yahudi telah berpecah-belah menjadi 71 golongan, satu di surga dan tujuh puluh di neraka; sedangkan Nashara telah berpecah belah menjadi 72 golongan, satu di surga dan tujuh puluh satu di neraka. Dan demi yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh umatku akan berpecah belah menjadi 73 golongan, satu di surga dan tujuh puluh dua di neraka. Dikatakan, “Wahai Rasul Allah, siapa mereka itu?” Beliau berkata, “Mereka adalah al-Jama’ah.”” (Ahmad)

Sebagaimana ahlul kitab berpecah pecah karena tindak melampaui batas, maka ummat inipun sama, berpecah belah karena alsan yang sama, melampaui batas....spirit mentahzir pelaku dosa atau kesalahan yang srampangan, atau kurang dipertimbangkan matang matang, sarat dengan tendensi emosional, pelampiasan kekecewaan maka itulah bentuk nyata dari sikap melampaui batas biang setiap perpecahan. 

Lo, antu sendiri salafy model siapa?

Kawan, saya tuh kemana mana dihujat, emboh lah, ora tak gagas.....ora butuh sertifikasi atau validasi, hanya Allah yang patut kita tunggu pengakuan-Nya.

Lo, apa status antum ini tidak menambah perpecahan? 

Iya juga ya, sik tak pikire lagi, heeem....piye yo lur jawabane?
https://www.facebook.com/share/1Cprn4t9TP/
.