Cerita perjalananku dengan ombang ambing klaim paling salafi...part 3.
Bermula degan dua arus; arus yang dimotori oleh ustadz Ja'far Umar Thalib, dan alur yang bersebrangan dengan beliau, karena masih meyakini bahwa Ihya'utturots, Al Haramain, Manna' Al Qatthan Salman Fahed Al Audah, 'AIdh Al Qarni dan lainnya adalah salafy.
Dan anda boleh juga beranggapan ada arus ketiga, yang oleh Ustadz Ja'far disebut kelompok pramuka, alias di sini senang di sana senang.
Dan agar lebih terbuka, pesantren pesantren salafy besar hari ini ada bersama kelompok kedua.
Dans aya sebagai salah satu santri di salah satu pesantren tersebut yang mendapat kesempatan berkuliah di UIM, tidak menyianyiakan kesempatan untuk berguru dan mencari tahu.
Dengan bimbingan para senior, saya dikenalkan dengan para syeikh salafy, semisal Syeikh Abdul Muhsin Al Abbad, dan al hamdulillah saya berkesempatan duduk di majlis beliau yang mensyarah sunan Abu Dawud, kemudian Sunan An Nasai.
Kadangkala juga ikut majlis Syeikh Umar Al Fallatah, dan kadangkala hadir Majlis Fiqih yang dibina oleh Syeikh Muhammad Al Waily.
Di Kampus, al hamdulillah berkesempatan diajar oleh Prof Dr. Ibrahim bin Amir Ar Ruhaily, Sulaiman Ar Ruhaily, Abdussalam As Suhaimy.
Di Luar kampus, aktif mengikuti majlis Dr Muhammad Hadi Al Madkhali di rumah beliau mengkaji kitab Taisirul Aziz Al Hamid.
Dan sering berkunjung ke rumah rumah para syeikh lain, semisal rumah kediaman Dr. Sholeh As Suhaimi, Muhammad bin Abdul Wahhab Al Aqil, Prof Sholeh Al Aqil, Prof Abdurrazzaq bin ABdul Muhsin Al Abbad.
Atas izin Allah, dari bermajlis dengan para syeikh tersebut, yang semula merasa tidak dong, sedikit demi sedikit mulai dong, dan mulai berkata : ooooo ngono to duduk perkaranya.
Dan diantara proses pencarian, setiap kali saya memiliki wkatu luang, saya pergi ke toko kitab yang direkomendasikan oleh senior senior saya, mencari referensi yang saya anggap dapat menjelaskan duduk perkara masalah yang terjadi,
Setiap kali Syeikh Rabi' Al Madkhali menerbitkan buku, sayapun segera membeli dan membacanya sampai tuntas.
Diantara buku yang menurut saya cukup jelas menjabarkan akar masalah yang terjadi ialah buku dengan judul: Al Quthbiyah Hiyal Fitnah Fa'rifuha. Buku inipun saya sruput, karena ingin mengobati rasa haus ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi.
Di saat saya sedang memelototi rak rak toko kitab Al Ghuraba', mata saya seakan terbelalak, melihat kitab yang asalnya adalah disertasi doktoral salah satu dosen yang mengajar saya yaitu Prof Ibrahim bin 'Amir Ar Ruhaily, yang berjudul:
Mauqif Ahlissunnah min Ahlil Ahwa' wa Al Bida'.
Tanpa pikir panjang, segera membelli buku tersebut, dan buku itu menemani saya ke mana mana, sampai akhirnya saya baca dari awal sampai akhir.
Karena buku itu selalu menemani saya ke mana mana, sehingga banyak teman yang turut tertarik untuk memiliki dan membaca buku itu, sampai akhirnya sebagian teman mengkoordinir pemesanan buku tersebut, mengingat stok buku itu telah habis, sampaipun di gdang penerbit juga sudah habis.....karena ada pesanan banyak, akhirnya penerbit mencetak ulang buku tersebut.
Setelah membaca buku ini, saya merasa semakin dong apa akar masalahnya, dan bagaimana seharusnya saya bersikap.
Karena penulis buku ini adalah dosen saya sendiri, sejak itu hubungan dengan beliau semakin intens, dan saya secara pribadi mendapat kehormatan untuk bisa belajar lebih intens dengan beliau di rumahnya, forum yang hanya dihadiri oleh beberapa mahasiswa saja, karena beliau memberi kesempatan seluas luasnya kepada kami saat itu untuk turut mendiskusikan berbagai hal yang terjadi di dunia dakwah.
Sampai batas ini, dunia terasa stabil, karna saya merasa dong dengan akar masalah polemik yang terjadi.
Hingga suatu saat, dunia persilatan dikejutkan dengan munculnya beberapa figur yang semula dikenal sebagai bagian dari barisan yangs ama, dan lantang menentang arus yang bersebrangan, ternyata mereka berbalik arah, bahkan bagaikan gangsingan yang terus berbutar tabrak sana tabrak sini.....mulailah kepala ini kembali pusing.
Penasaran kejadian apakah itu? Nantikan parts 4....sambil menunggu, silahkan anda berselancar dulu ke sini: https://stdiis.ac.id/headline/brosur-pmb-stdiis-t-a-2026-2027/