Minggu, 25 Januari 2026

Syaikh Ali al-Halabi —semoga Allah Ta'ala merahmatinya

Syaikh Ali al-Halabi —semoga Allah Ta'ala merahmatinya— adalah orang yang memiliki keutamaan, sangat antusias terhadap ilmu dan kebenaran, serta memiliki kedudukan yang terpandang. Beliau mempunyai pengaruh (perkataan yang didengar) di mata para pejabat, dan beliaulah yang menjadi sebab dimakamkannya guru kami, al-Albani, di pekuburan yang berada di dekat rumahnya.

​Dahulu, Syaikh (al-Albani) sering menyatakan secara terang-terangan bahwa beliau ingin dimakamkan di sana, dan ingin dipikul di atas pundak (saat jenazahnya dibawa), karena hal itu sesuai dengan sunnah Nabi —shallallahu 'alaihi wa sallam— disebabkan letak pekuburan tersebut yang dekat dengan rumahnya. Kemudian Allah memudahkan bagi Syaikh Ali —semoga Allah Ta'ala merahmatinya— untuk dimakamkan di sana, di dekat Syaikh al-Albani —semoga Allah Ta'ala merahmatinya.

​Dan aku memiliki kenangan serta diskusi bersama Syaikh Ali —semoga Allah Ta'ala merahmatinya— baik melalui tulisan maupun lisan, serta berbagai peristiwa yang jika diuraikan akan membutuhkan berjilid-jilid buku. Hubungan persahabatan dan kasih sayang di antara kami sangatlah kuat. Aku tidak mendapati seorang pun setelah wafatnya guru kami —semoga Allah Ta'ala merahmatinya— yang dapat aku ajak berdiskusi mengenai masalah-masalah ilmiah selain beliau. Beliau memiliki wawasan yang sangat luas terhadap kitab-kitab hadits dan biografi —semoga Allah merahmatinya, meridhainya, dan mengumpulkan kita bersamanya dalam golongan orang-orang saleh—.

​Dikutip dari: "Hijratu al Filasthiniyiin inda Imam al-Albani, wal Khotho'u alaihi fiha fi Hayatihi wa ba'da Mamatih (hal. 69 - 70), karya yang disusun oleh yang mulia Syaikh Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan Alu Salman —semoga Allah menjaganya—.