Rabu, 16 September 2026

Imam Aḥmad bin Ḥanbal dikenal sangat menjaga amal ibadahnya, tetapi pada saat yang sama beliau tidak membanggakan kesalehan dan amalnya kepada orang lain.



 Hanbal berkata: Aku mendengar ‘Abbas bin Muhammad ad-Dūrī berkata: Aku mendengar Yaḥyā bin Ma‘īn berkata:

“Aku tidak pernah melihat orang seperti Aḥmad bin Ḥanbal. Kami telah bersahabat dengannya selama lima puluh tahun, namun selama itu ia tidak pernah membanggakan sedikit pun kepada kami tentang berbagai kebaikan dan kesalehan yang ada pada dirinya.”



‘Abdullah bin Aḥmad bin Ḥanbal berkata: Sulaiman telah menceritakan kepada kami. Ia berkata:


“Ayahku dahulu melaksanakan salat setiap hari dan setiap malam sebanyak tiga puluh tiga rakaat. Ketika beliau sakit karena penyakit yang menimpanya semakin parah, beliau kemudian salat setiap hari dan setiap malam sebanyak seratus lima puluh rakaat. Beliau sudah mendekati usia delapan puluh tahun.”



‘Abdullah bin Aḥmad bin Ḥanbal berkata: Sulaiman telah menceritakan kepada kami. Ia berkata:


“Ayahku membaca Al-Qur’an setiap hari dan mengkhatamkannya setiap tujuh hari. Beliau memiliki wirid khatam setiap tujuh malam, selain salat siang. Beliau biasanya salat sekitar satu jam setelah Isya, kemudian tidur sebentar, lalu bangun pada waktu pagi untuk salat dan berdoa.”



Inti kisahnya: Imam Aḥmad bin Ḥanbal dikenal sangat menjaga amal ibadahnya, tetapi pada saat yang sama beliau tidak membanggakan kesalehan dan amalnya kepada orang lain.
Ustadz umair bin seff