Sebagian ulama salaf berkata:
"Barang siapa berbaring di tempat tidurnya pada malam hari kemudian membaca ayat ini:
(Mā ji'tum bihi as-siḥru innallāha sayubṭiluh, innallāha lā yuṣliḥu 'amalal-mufsidīn) 'Apa yang kamu lakukan itu adalah sihir, sesungguhnya Allah akan membatalkannya. Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan' [QS. Yunus: 81],
maka tipu daya penyihir tidak akan bermudarat baginya. Dan tidaklah ayat ini ditulis untuk orang yang terkena sihir, melainkan Allah akan menghilangkan sihir itu darinya."
(Tafsir al-Qurthubi 8/368)