Syeikh Muhammad Ali Farkous —hafizhahullah— berkata:
« Adapun Ahli Sunnah As-Salafiyyun, maka mereka tidak bermuka dua (mudahanah) kepada para penguasa dalam kebathilan, tidak memuji mereka atas suatu kemaksiatan secara nifak, tidak memperindah kebathilan di hadapan mereka, dan tidak memperjualbelikan ilmu mereka. Mereka justru dikenal dengan kejujuran dalam menasihati para penguasa, karena menasihati mereka itu bertentangan dengan rasa dengki dan kecurangan. Sebagaimana mereka juga dikenal terang-terangan menyuarakan kebenaran serta menjelaskannya dengan cara yang bijak (hikmah) dan nasihat yang baik (mau'izhah hasanah)—tanpa kekerasan, tanpa provokasi untuk membangkang (khuruj), tanpa pembunuhan (aghtiyal), dan tanpa peledakan/pengeboman (tafjir). Mereka tidak meredai hal-hal tersebut, kecuali jika ketegangan dan sikap keras itu berada pada tempat yang benar serta sesuai dengan syariat. »
Sumber:
Syarfu Al-Intisab ila Mazhabi As-Salaf, wa Jawani Al-Iftiraq ma'a ma Yusamma bi As-Salafiyyah Al-Jihadiyyah wa Al-Hizbiyyah (Kemuliaan Nisbah kepada Mazhab Salaf, dan Sisi-Sisi Perbedaan dengan Apa yang Dinamakan Salafi Jihadi dan Hizbi).