Lima Hal yang Tidak Pernah Bisa Ditoleransi oleh Wanita
Ketahuilah—wahai suami yang diberi petunjuk—bahwa seorang istri mungkin bisa menanggung banyak hal yang tidak ia sukai dari dirimu, memejamkan mata (memaklumi), dan bersabar atasnya. Namun, ada hal-hal yang tidak mampu ia tanggung dan tidak bisa ia sabari, serta ia merasa bahwa hidup menjadi neraka dengan keberadaan lima hal ini:
* Menghina dan merendahkannya, terutama di depan orang lain, serta memperdengarkan perkataan yang keji dan kata-kata kotor kepadanya.
* Kikir dan pelit kepadanya, serta kepada anak-anak dan rumah tangganya.
* Ketidakpercayaan kepadanya, serta meragukan kehormatan dan kesucian dirinya, hingga melarangnya pergi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya karena alasan tersebut.
* Sering mencelanya dan mengutamakan wanita lain daripadanya—terutama kerabatnya. Dan bencana terbesarnya: menjalin hubungan dengan wanita lain secara tidak syar'i (ilegal). Kita memohon keselamatan dan perlindungan kepada Allah.
* Penyakit mental atau psikologis yang kronis, seperti kegilaan, pikun, atau gangguan jiwa yang memicu permusuhan dan bahaya.
Hal-hal ini tidak ada perselisihan di antara para wanita tentang keburukannya, serta ketidakmampuan mereka untuk menanggung dan bersabar atasnya, meskipun harus dibayar dengan perceraian dan perpecahan keluarga—kita berlindung kepada Allah dari hal itu.
Halaman 33
(Judul Atas: Keseimbangan dalam Maskulinitas dan Feminitas)
[17]
Keseimbangan dalam Maskulinitas dan Feminitas
Sesungguhnya sifat maskulinitas (rujulah) pada pria dan feminitas (anuthah) pada wanita termasuk hal terpenting yang diciptakan pada diri mereka, serta termasuk pilar terpenting dalam kehidupan rumah tangga dan kehidupan secara umum. Allah Ta'ala telah menciptakan laki-laki dan perempuan dengan perhatian yang agung, serta membedakan masing-masing dari keduanya dengan sifat-sifat yang layak bagi mereka. Jika salah satu dari keduanya merusak sifat tersebut, maka hal itu akan berdampak pada yang lain.
* Sifat maskulinitas pada pria adalah hal yang tidak boleh terpisah darinya; jika berkurang atau berlebihan, hal itu akan menyebabkan kehancuran dan kebinasaan dalam kehidupan pernikahan.
* Demikian pula sifat feminitas pada wanita; kapan pun ia berlebihan atau berkurang, maka ia akan rusak dan menyebabkan kehancuran serta kebinasaan dalam kehidupan pernikahan.
Yang dimaksud dengan maskulinitas adalah tersedianya sifat-sifat keperkasaan pada pria, seperti kedermawanan, keberanian, cemburu yang positif (ghirah), harga diri, dan sifat-sifat baik lainnya.
Yang dimaksud dengan feminitas adalah tersedianya sifat-sifat kewanitaan pada wanita, seperti rasa malu, kelembutan, suara yang lembut, dan sifat-sifat kewanitaan lainnya yang telah menjadi fitrahnya.
Jika suami memiliki sifat-sifat maskulinitas tanpa berlebihan (ifrath) atau meremehkan (tafrith), dan istri memiliki sifat-sifat feminitas tanpa berlebihan atau meremehkan, maka kehidupan mereka akan menjadi kehidupan terbaik dan paling indah dengan izin Allah Ta'ala.
Kerusakan kehidupan pernikahan dan rumah tangga hanya terjadi karena terganggunya kedua sifat ini:
* Baik dengan berlebihannya suami dalam sifat maskulinitas atau meremehkannya...