Selasa, 01 September 2026

Maka semakin besar seseorang menggantungkan harapannya kepada manusia, semakin besar pula peluang hatinya terluka ketika manusia tidak sesuai dengan harapannya.

JANGAN BERHARAP BERLEBIHAN KEPADA MANUSIA

Manusia memiliki keterbatasan. Ia bisa lupa, berubah, tidak mampu membantu, bahkan terkadang mengecewakan meskipun sebelumnya berjanji.

Karena itu, jangan gantungkan hati kepada manusia. Berharaplah kepada Allah Ta’ala dalam setiap keadaan, baik ketika lapang maupun sempit.

Manusia hanyalah sebab, sedangkan Allah-lah yang memiliki segala sesuatu dan menentukan hasilnya.

1. HANYA KEPADA ALLAH TEMPAT BERGANTUNG

Allah Ta’ala berfirman:

وَاللَّهُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

“Dan Allah itu lebih baik dan lebih kekal.”

(QS. Thaha: 73)

Allah juga berfirman:

وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya.”

(QS. Ath-Thalaq: 3)

Ayat ini mengajarkan bahwa kecukupan yang hakiki bukan berasal dari manusia, tetapi dari Allah.

2. JANGAN MEMINTA KEPADA SELAIN ALLAH DALAM PERKARA YANG HANYA MAMPU DILAKUKAN ALLAH

Rasulullah ﷺ bersabda kepada Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma:

إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ

“Jika engkau meminta, maka mintalah kepada Allah. Jika engkau memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah.”

(HR. Tirmidzi no. 2516, hasan shahih)

Ini bukan berarti kita dilarang meminta bantuan kepada manusia dalam perkara yang memang mereka mampu melakukannya.

Namun, hati tetap bergantung kepada Allah, bukan kepada manusia.

3. KETIKA HATI TERLALU BERGANTUNG KEPADA MANUSIA, KEKECEWAAN MUDAH MUNCUL

Ibnul Qayyim رحمه الله menjelaskan:

مَنْ عَلَّقَ قَلْبَهُ بِالْمَخْلُوقِينَ، وَكَلَهُ اللَّهُ إِلَيْهِمْ، وَخَذَلَهُ مِنْ جِهَتِهِمْ

“Barang siapa menggantungkan hatinya kepada makhluk, Allah akan menyerahkan urusannya kepada mereka dan menjadikannya mendapatkan kehinaan dari arah mereka.”

Rujukan: Ibnul Qayyim, Madarijus Salikin, 2/268.

Maka semakin besar seseorang menggantungkan harapannya kepada manusia, semakin besar pula peluang hatinya terluka ketika manusia tidak sesuai dengan harapannya.

4. ORANG YANG PALING KUAT ADALAH YANG BERHARAP KEPADA ALLAH

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله berkata:

وَمَنْ كَانَ لَهُ مَطْلَبٌ مِنَ الْمَخْلُوقِ فَلْيَجْعَلْ قَصْدَهُ اللَّهَ، وَيَسْأَلُهُ أَنْ يُيَسِّرَ لَهُ ذَلِكَ، وَلَا يَعْتَمِدْ عَلَى الْمَخْلُوقِ

“Barang siapa memiliki kebutuhan kepada makhluk, hendaknya ia menjadikan Allah sebagai tujuannya. Hendaknya ia meminta kepada Allah agar memudahkan kebutuhannya tersebut dan jangan bergantung kepada makhluk.”

Rujukan: Ibnu Taimiyah, Majmu’ Al-Fatawa, 1/51.

Artinya, kita boleh menggunakan bantuan manusia, tetapi jangan menjadikan manusia sebagai tempat bergantungnya hati.

5. DALAM KEADAAN LAPANG MAUPUN SEMPIT

Rasulullah ﷺ bersabda:

تَعَرَّفْ إِلَى اللَّهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ

“Kenalilah Allah pada saat lapang, niscaya Dia akan mengenalimu pada saat kesulitan.”

(HR. Ahmad no. 2803; dinilai shahih oleh sejumlah ulama)

Jangan hanya mencari Allah ketika sedang kesusahan.

Ketika mendapatkan rezeki, bersyukurlah kepada Allah.

Ketika mendapatkan pertolongan, pujilah Allah.

Ketika mendapatkan kesulitan, berdoalah kepada Allah.

Ketika keinginan belum terwujud, tetaplah berbaik sangka kepada Allah.

Hati seorang mukmin senantiasa kembali kepada Allah dalam semua keadaan.

KESIMPULAN

Jangan berharap berlebihan kepada manusia, karena manusia memiliki batas kemampuan.

Jangan menggantungkan kebahagiaan kita pada perhatian manusia.

Jangan menggantungkan ketenangan kita pada janji manusia.

Jangan menggantungkan masa depan kita pada pertolongan manusia.

Berusahalah melalui manusia, tetapi berharaplah kepada Allah.

Jika manusia membantu, bersyukurlah kepada Allah.

Jika manusia mengecewakan, kembalilah kepada Allah.

Jika manusia meninggalkan, yakinlah bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang bertawakal kepada-Nya.

Allah Ta’ala berfirman:

فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ

“Maka larilah kembali kepada Allah.”

(QS. Adz-Dzariyat: 50)

Sebab, manusia bisa mengecewakan, tetapi Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya.

Allahu A’lam 

..@sorotan..
Al akh guntur