Rabu, 02 September 2026

fiqh usroh


Halaman 36
...akal dan agama, tetapi bagaimana bisa dibenarkan jika masalah rumah tangga justru bersumber dari pihakmu, padahal engkau lebih dekat pada kesempurnaan akal?
Sebab, Allah Ta'ala telah memberikan kepada laki-laki kelebihan/kematangan akal bukan untuk disombongkan di hadapan kekurangan akal wanita, dan bukan pula untuk mencelanya. Melainkan agar ia menggunakan kematangan akalnya itu untuk membantu mengobati kekurangan istrinya dan meluruskan penyimpangannya.
Sebab, mayoritas wanita secara tabiat sering bergunjing (qila wa qala), tergesa-gesa, dan kurang bijaksana. Jika suami tidak menyikapinya dengan kematangan akal, kebijaksanaan, dan ketenangan atas tindakan mereka yang lahir dari kekurangan akal dan kelemahan tersebut, lalu apa gunanya kelebihan akal yang dimilikinya saat itu?
3. Kelembutan dan Toleransi yang Berlebihan
Di antara sifat teragung seorang laki-laki adalah ketegasan dan mendidik orang yang berbuat salah. Jika ia seorang yang lemah, tidak tegas terhadap kesalahan anak-anak dan keluarganya, maka berkuranglah nilai kemaskulinannya (rojulah) serta kelayakannya untuk memimpin dan mengayomi. Jika kedua pasangan memiliki tabiat seperti ini, maka rumah tangga akan rusak secara luas.
4. Tidak Adanya Rasa Cemburu
Hal ini dapat menyebabkan wanita bersolek di luar rumah (tabarruj) dan membuka aurat (sufur), serta dapat menimbulkan hubungan-hubungan haram yang berujung pada banyak masalah dan perselisihan besar.
Hilangnya rasa cemburu pada laki-laki merupakan sifat yang hina. Setan dapat menyeretnya secara bertahap hingga ia menjadi seorang dayyuts (suami yang tidak punya rasa cemburu/membiarkan kemaksiatan keluarganya). Laa haula wa laa quwwata illa billahil 'azhim.
Di antara contoh berlebihan dalam sifat kewanitaan (kefemininan):
 * Tidak menuntut hak-haknya dan takut terhadap kemarahan suami atau keluarga.
 * Kelembutan yang berlebihan terhadap anak-anak, bahkan terhadap suami yang banyak melakukan kesalahan, kebodohan, dan keburukan. Kelembutan kepada orang-orang seperti ini justru memperparah kesesatan mereka.
 * Berlebihan dalam rasa cemburu, yang merupakan penyakit yang mengancam keutuhan rumah tangga. Ada seorang wanita yang meminta cerai dari suaminya hanya karena sang suami menikah lagi demi mendapatkan keturunan, padahal ia tahu bahwa dirinya...
Halaman 37
...mandul! Sang suami telah berusaha meyakinkannya agar mengubah pendapatnya, namun ia menolak. Padahal ia adalah orang yang paling dicintai suaminya. Wanita itu berkata: "Aku mencintaimu, tetapi aku tidak sanggup hidup bersamamu sementara engkau memiliki wanita lain." Ia lebih memilih hidup sendiri daripada hidup bersama suami yang dicintainya! Ini adalah bagian dari godaan dan bisikan setan. Kita berlindung kepada Allah darinya.
Di antara contoh kelalaian/kekurangan dalam sifat kewanitaan (kefemininan):
 * Berteriak dan Meninggikan Suara dengan Keras
   Rasa malu adalah sifat terpenting bagi wanita untuk memikat hati laki-laki, menjaga kehormatannya, dan memperkuat kasih sayangnya. Wanita yang dicintai, memiliki sifat kewanitaan, dan lemah lembut akan menawan hati laki-laki, khususnya ketika ia membuat suami merasa akan kemaskulinannya.
Adapun wanita yang berkurang rasa malunya, sering marah, berteriak keras, dan tidak peduli dengan orang-orang di sekitarnya—ia tidak ragu untuk berselisih dan meninggikan suara di hadapan suaminya atau siapa pun yang menentangnya karena alasan apa pun.
 * Enggan Meminta Maaf dan Enggan Memohon Pengampunan (Gengsi)
 * Terlalu Blak-blakan (Sarkastik) serta Tidak Adanya Keramahan dan Basa-basi yang Baik
 * Keras Kasar dan Tidak Adanya Kelembutan serta Kasih Sayang
Sifat-sifat ini menafikan (menghilangkan) kewanitaan seorang wanita dan memudarkan keindahannya di mata suaminya.