Rabu, 02 September 2026

Keseimbangan dalam Maskulinitas dan Feminitas


Keseimbangan dalam Maskulinitas dan Feminitas
Sesungguhnya sifat maskulinitas (rujulah) pada pria dan feminitas (anuthah) pada wanita termasuk hal terpenting yang diciptakan pada diri mereka, serta termasuk pilar terpenting dalam kehidupan rumah tangga, bahkan dalam kehidupan secara umum.
Allah Ta'ala telah menciptakan laki-laki dan perempuan dengan perhatian yang agung, serta membedakan masing-masing dari keduanya dengan sifat-sifat yang layak bagi mereka. Jika salah satu dari keduanya merusak sifat tersebut, maka hal itu akan berdampak pada yang lain.
 * Sifat maskulinitas pada pria adalah hal yang tidak boleh terpisah darinya; jika berkurang atau berlebihan, hal itu akan menyebabkan kehancuran dan kebinasaan dalam kehidupan pernikahan.
 * Demikian pula sifat feminitas pada wanita; kapan pun ia berlebihan atau berkurang, maka ia akan rusak dan menyebabkan kehancuran serta kebinasaan dalam kehidupan pernikahan.
Yang dimaksud dengan maskulinitas adalah tersedianya sifat-sifat keperkasaan pada pria, seperti kedermawanan/jiwa ksatria, keberanian, cemburu yang positif (ghirah), harga diri, dan sifat-sifat baik lainnya.
Yang dimaksud dengan feminitas adalah tersedianya sifat-sifat kewanitaan pada wanita, seperti rasa malu, kelembutan, suara yang pelan, dan sifat-sifat kewanitaan lainnya yang telah menjadi fitrahnya.
Jika suami memiliki sifat-sifat maskulinitas tanpa berlebihan (ifrath) atau meremehkan (tafrith), dan istri memiliki sifat-sifat feminitas tanpa berlebihan atau meremehkan, maka kehidupan mereka akan menjadi kehidupan terbaik dan paling indah dengan izin Allah Ta'ala.
Kerusakan kehidupan pernikahan dan rumah tangga hanya terjadi karena terganggunya kedua sifat ini:
 * Baik dengan berlebihannya suami dalam sifat maskulinitas atau meremehkannya...