Kamis, 03 September 2026

Metode Nabi ﷺ dalam mengingkari kesalahan orang lain ditandai dengan menjelaskan kebenaran sekaligus membedakan antara pelaku kesalahan dan perbuatannya.

Metode Nabi ﷺ dalam mengingkari kesalahan orang lain ditandai dengan menjelaskan kebenaran sekaligus membedakan antara pelaku kesalahan dan perbuatannya.

Pengingkaran Nabi ﷺ bukan sekadar luapan emosi, tetapi merupakan proses perbaikan yang menyeluruh. Di dalamnya dapat mencakup beberapa hal berikut:

- Menghentikan kesalahan dan mencegah agar tidak terus dilakukan.
- Menjelaskan hukum syariat terkait kesalahan tersebut.
- Menjelaskan buruknya kesalahan dan dampak yang ditimbulkannya.
- Memperbaiki kerugian atau dampak buruk yang telah terjadi.
- Menjaga orang yang melakukan kesalahan agar tidak berputus asa atau semakin keras kepala.
- Memberikan pelajaran kepada orang-orang yang menyaksikan atau mendengar tentang kejadian tersebut.
- Membedakan antara pribadi orang yang salah dengan kesalahannya. Perbuatannya diingkari, tetapi keutamaan dan kedudukannya tetap dihargai.
- Memilih cara yang paling mendatangkan maslahat dan paling sedikit menimbulkan mafsadat.

Karena itu, tidak tepat mengambil satu sikap Nabi ﷺ misalnya :
Kelembutan beliau kepada seorang Arab Badui yang buang air kecil di masjid, atau ketegasan beliau kepada Usamah ketika membunuh seseorang yang telah mengucapkan syahadat, atau teguran beliau kepada orang yang mengumumkan barangnya yang hilang di masjid, lalu menjadikannya sebagai satu metode yang berlaku mutlak dalam setiap bentuk pengingkaran.

Sikap Nabi ﷺ dalam mengingkari kemungkaran sangat mempertimbangkan keadaan, orang yang melakukan kesalahan, jenis kesalahannya, serta maslahat dan mafsadat yang ditimbulkan.
_____
Dr. Muhammad Abdullah Al-Khudhairi -hafidzahullah-
Ustadz nurhadi nugroho