الزوج الصالح...!
تقول إحداهن:
"في لحظة غضب، قلتُ لزوجي كلمات قاسية لا تليق بمقامه..
كنتُ أتوقع أن يردَّ الكلمة بكلمتين، أو أن يغادر البيت غاضباً كما يفعل الكثيرون..
لكنه أطال النظر في عينيَّ، ثم اقترب ومسح بيده على رأسي وقال:
'أنا أعرف أن هذا الكلام ليس منكِ، بل من تعبكِ وقلقكِ.. اهدئي، فأنا لا أخاصم قلبي.'
سقطت كل دفاعاتي وبكيتُ.
وعلمتُ أن القوة ليست في ردِّ الإساءة، بل في احتواء ثورة من تحب."
Suami yang Saleh...!
Salah seorang wanita bercerita:
"Di saat marah, aku mengucapkan kata-kata yang kasar kepada suamiku, yang tidak pantas untuk kedudukannya..
Aku memperkirakan dia akan membalas satu kata dengan dua kata, atau meninggalkan rumah dengan marah sebagaimana yang dilakukan banyak orang..
Namun, dia menatap mataku cukup lama, lalu mendekat dan mengusapkan tangannya di kepalaku seraya berkata:
'Aku tahu perkataan ini bukan murni dari dirimu, melainkan dari rasa lelah dan kecemasanmu.. Tenanglah, karena aku tidak akan memusuhi hatiku sendiri.'
Seketika runtuhlah seluruh pertahananku dan aku pun menangis.
Aku menyadari bahwa kekuatan yang sesungguhnya bukanlah pada membalas keburukan, melainkan pada kemampuan merangkul dan menenangkan emosi orang yang engkau cintai."