🏷️ *YANG TERBAIK DARI DUA KEBURUKAN ITU TETAP KEBURUKAN MESKIPUN ITU LEBIH RINGAN*
_"Bukanlah orang yang berakal itu adalah orang yang sekedar mengetahui kebaikan dan keburukan, akan tetapi orang yang berakal adalah yang mengetahui hal terbaik dari dua keburukan."_
💡 Ketika Nabi Yusuf 'alaihissalam mengajarkan kepada kita untuk memilih keburukan yang lebih ringan diantara dua keburukan.
*قَالَ رَبِّ ٱلسِّجْنُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا يَدْعُونَنِىٓ إِلَيْهِ. {يوسف : ٣٣}*
_"Yusuf berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku."_ {QS. Yusuf : 33}
* Keburukan Yang Besar : memenuhi ajakan perbuatan keji istri Al Aziz itu sejatinya kehancuran agama dan akhirat, pun menyisakan aib besar di dunia. Bagaimana jadinya Yusuf yang kali itu adalah budak yang dibeli, tega mengkhianati tuannya dengan melecehkan kehormatan istrinya?
* Keburukan yang lebih ringan : masuk penjara, yang merupakan ketidaknyamanan dan bahaya bagi badan dan jiwa yang berlaku selama di dunia.
Maka dapat diperoleh pelajaran dari kisah ini, salah satu kaidah yaitu
اختيار المفسدة الصغرى لدفع المفسدة الكبرى.
_"Memilih kerusakan yang kecil untuk menghindari kerusakan yang besar."_
Bagi penempuh jalan perjuangan, menyadari dengan penuh kejujuran ada kalanya jalan perjuangan yang terjal melalui kondisi memilih diantara dua keburukan dan kerusakan sehingga harus memilih yang lebih kecil dan ringan dampaknya. Namun, jangan sampai lupa dan lengah bahwa yang dipilih hakikatnya adalah keburukan dan kerusakan juga, sehingga menyangka seakan selamat dan memperoleh kemenangan lalu bersuka cita. Alangkah jenakanya pejuang yang demikian, semestinya dirinya mengambil jeda untuk mengevaluasi langkah perjuangan yang telah lalu dan menata langkah perjuangan di masa datang agar lepas dari jerat-jerat keburukan dan kerusakan, bukan malah menikmati dan bersenang-senang. Jadi, masih adakah kesadaran bahwa saat ini masih berada dalam kerusakan dan keburukan?