Rabu, 09 September 2026

pemilik kucing mengganti apa yg dirusakan hewan pemeliharaannya

لو أتلفت الهرةُ - عُهد منها الإتلاف - طيرًا أو طعامًا أو غيرهما ضمن مالكُها أو من يأويها ما أتلفته ليلًا أو نهارًا، إلا إذا ربطها فانفلتت منه بلا تقصيرٍ فلا يضمن.
وبكم مرّة يُعهد ذلك منها؟ خلاف:
🟡 بمرةٍ عند شيخ الإسلام زكريا والعلامة ابن حجر في فتح الجواد الرملي في النهاية.
🟡 وبمرتين أو ثلاث عند العلامة ابن حجر في التحفة والخطيب في المغني.
Jika seekor kucing merusakkan—yang mana merusak memang sudah menjadi kebiasaannya—seperti merusak burung, makanan, atau selain keduanya, milik pemiliknya sendiri atau milik orang yang menampungnya, maka pemilik/penampungnya menanggung ganti rugi (dhaman) atas apa yang dirusakkan kucing tersebut, baik terjadi di malam hari maupun siang hari.
Kecuali, jika pemilik telah mengikatnya lalu kucing itu terlepas tanpa adanya kelalaian (dari pemilik), maka ia tidak menanggung ganti rugi.
Berapa kali kerusakan tersebut dianggap sebagai "kebiasaan" bagi kucing? Ada perbedaan pendapat:
1 kali: Menurut Syaikhul Islam Zakariyya (Al-Anshari) dan Al-Allamah Ibn Hajar dalam kitab Fathul Jawad, serta Ar-Ramli dalam kitab An-Nihayah.
2 atau 3 kali: Menurut Al-Allamah Ibn Hajar dalam kitab At-Tuhfah dan Al-Khatib (Asy-Syirbini) dalam kitab Al-Mughni.