Rabu, 09 September 2026

BOLEHKAH ADA JEDA WAKTU ANTARA IJAB DAN KABUL?

๐Ÿ“š CATATAN NGAJI

❓ BOLEHKAH ADA JEDA WAKTU ANTARA IJAB DAN KABUL?

Syekh Wahbah Al-Zuhaili memberikan catatan 
ูˆุนู†ุฏ ุงู„ุฌู…ู‡ูˆุฑ: ูŠุดุชุฑุท ุงู„ููˆุฑ، ุจุงู„ุง ูŠูุตู„ ุจูŠู† ุงู„ุงูŠุฌุงุจ ูˆุงู„ู‚ุจูˆู„ ูุงุตู„ ูƒุซูŠุฑ
"Menurut mayoritas ulama, disyaratkan adanya kesegaraan, yaitu tidak terdapat jeda yang panjang antara ijab dan kabul."

ูˆุนุจุงุฑุฉ ุงู„ุดุงูุนูŠุฉ ูŠุดุชุฑุท ุงู„ุง ูŠุทูˆู„ ุงู„ูุตู„ ููŠ ู„ูุธูŠ ุงู„ุนุงู‚ุฏูŠู† ุจูŠู† ุงู„ุงูŠุฌุงุจ ูˆุงู„ู‚ุจูˆู„، ูุงู† ุทุงู„ ุถุฑ؛ ู„ุงู† ุทูˆู„ ุงู„ูุตู„ ูŠุฎุฑุฌ ุงู„ู‚ุจูˆู„ ุนู† ุงู† ูŠูƒูˆู† ุฌูˆุงุจุง ุนู† ุงู„ุงูŠุฌุงุจ. ูˆุงู„ูุตู„ ุงู„ุทูˆูŠู„: ู‡ูˆ ู…ุง ุงุดุนุฑ ุจุงุนุฑุงุถู‡ ุนู† ุงู„ู‚ุจูˆู„. ูˆู„ุง ูŠุถุฑ ุงู„ูุตู„ ุงู„ูŠุณูŠุฑ ู„ุนุฏู… ุงุดุนุงุฑู‡ ุจุงู„ุงุนุฑุงุถ ุนู† ุงู„ู‚ุจูˆู„. ูˆูŠุถุฑ ุชุฎู„ู„ ูƒู„ุงู… ุงุฌู†ุจูŠ ุนู† ุงู„ุนู‚ุฏ، ูˆู„ูˆ ูŠุณูŠุฑุง ุจูŠู† ุงู„ุงูŠุฌุงุจ ูˆุงู„ู‚ุจูˆู„، ูˆุงู† ู„ู… ูŠุชูุฑู‚ุง ุนู† ุงู„ู…ุฌู„ุณ؛ ู„ุงู† ููŠู‡ ุงุนุฑุงุถุง ุนู† ุงู„ู‚ุจูˆู„.

"Adapun redaksi dalam Mazhab Syafii: Disyaratkan agar tidak terdapat jeda yang panjang antara ijab dan kabul. Jika jedanya panjang, maka hal tersebut berpengaruh terhadap keabsahan akad, karena jeda yang panjang menyebabkan kabul tidak lagi dianggap sebagai jawaban dari ijab.

Jeda yang panjang adalah jeda yang menunjukkan adanya keberpalingan dari kabul. Adapun jeda yang singkat tidak berpengaruh karena tidak menunjukkan keberpalingan dari kabul.

Namun, apabila diselingi pembicaraan yang tidak berkaitan dengan akad, meskipun hanya sebentar dan keduanya masih berada dalam satu majelis, maka hal tersebut dapat berpengaruh terhadap keabsahan akad karena menunjukkan adanya keberpalingan dari kabul."

๐Ÿ“Œ KESIMPULAN

Jadi, yang menjadi persoalan bukan sekadar adanya jeda antara ijab dan kabul, tetapi apakah jeda tersebut menunjukkan adanya keberpalingan dari akad.

✅ Jeda singkat dan masih dalam konteks akad → tidak membatalkan akad.

❌ Jeda panjang yang menunjukkan keberpalingan dari kabul → dapat menyebabkan akad tidak sah.

❌ Diselingi pembicaraan lain yang tidak berkaitan dengan akad → menurut keterangan di atas, dapat memutus kesinambungan antara ijab dan kabul.

Karena itu, saat akad nikah sebaiknya calon suami langsung menjawab kabul setelah wali selesai mengucapkan ijab. Hal ini lebih aman, menghindari keraguan, dan keluar dari khilaf ulama.

๐Ÿ“– Referensi:
Wahbah Al-Zuhaili, Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu, juz 7, hlm. 50.