Rabu, 09 September 2026

Klasifikasi Tauhid dalam Pandangan Al-Imam Abu Hanifah dan Al-Qodhi Abu Yusuf

Klasifikasi Tauhid dalam Pandangan Al-Imam Abu Hanifah dan Al-Qodhi Abu Yusuf

Sering kali kita mendengar klaim bahwa pembagian tauhid menjadi tiga merupakan bidah atau buatan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah. Namun, benarkah demikian?

Faktanya, jauh sebelum masa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, para ulama besar seperti Al-Imam Abu Hanifah rahimahullah dan Qadhi Abu Yusuf rahimahullah telah mengisyaratkan pembagian tauhid tersebut dalam karya-karya mereka.

Syaikh Abu Bakr Zakariya hafidzahullahu ta'ala menyebutkan:

Al-Imam Abu Hanifah rahimahullah berkata dalam kitabnya, al-Fiqh al-Absath,

Allah itu dipanjatkan doa ke arah atas, bukan ke bawah; sebab arah bawah sama sekali bukan bagian dari sifat Rububiyah maupun sifat Uluhiyah.

Pernyataan beliau, Dia diseru dari arah atas, bukan dari bawah, mengandung penetapan sifat ketinggian ('Uluw) bagi Allah, dan ini termasuk dalam cakupan Tauhid al-Asma' wa ash-Shifat.

Adapun perkataan beliau, bagian dari sifat ketuhanan (Rububiyah), merupakan penegasan atas Tauhid ar-Rububiyah. Sedangkan ucapan beliau, dan Uluhiyah, adalah penegasan terhadap Tauhid al-Uluhiyah.

Sementara itu, Al-Qodhi Abu Yusuf rahimahullah berkata:

Tauhid itu tidak bisa dicapai dengan analogi semata (qiyas). Tidakkah engkau mendengar firman Allah Azza wa Jalla dalam ayat-ayat saat Dia menyifati diri-Nya sebagai Yang Maha Mengetahui, Maha Kuasa, dan Maha Perkasa: 'Andai kebenaran itu mengikuti keinginan mereka, niscaya binasalah langit dan bumi serta siapa pun yang ada di dalamnya' (QS. Al-Mu'minun: 71). Maka, pahamilah penjelasan tersebut.

Ini adalah sebuah pernyataan yang sangat berharga dari Abu Yusuf dalam bab tauhid yang menjelaskan secara gamblang mengenai Tauhid ar-Rububiyah, Tauhid al-Uluhiyah, serta Tauhid al-Asma' wa ash-Sifat

📚 Asy-Syirk fi al-Qadim wa al-Hadits
Ibn nasrullah