Minggu, 13 September 2026

Tahukah Anda bahwa surutnya air Danau Tiberias akan terjadi—dengan izin Allah—setelah keluarnya Ya'juj dan Ma'juj, serta tidak memiliki hubungan langsung dengan keluarnya Dajjal?

Tahukah Anda bahwa surutnya air Danau Tiberias akan terjadi—dengan izin Allah—setelah keluarnya Ya'juj dan Ma'juj, serta tidak memiliki hubungan langsung dengan keluarnya Dajjal?

Diriwayatkan oleh Muslim (No. 2942) dari Fatimah binti Qais radhiyallahu 'anha, mengenai kisah Tamim Ad-Dari radhiyallahu 'anhu:

"Bahwa ia naik kapal laut bersama 30 orang dari kabilah Lakhm dan Judzam. Mereka dipermainkan gelombang selama satu bulan di laut, lalu terdampar di sebuah pulau di tengah laut saat matahari terbenam. Mereka duduk di perahu-perahu kecil lalu memasuki pulau tersebut. Mereka ditemui oleh seekor binatang yang sangat lebat bulunya, hingga tidak diketahui mana bagian depan dan belakangnya karena lebatnya bulu.

Mereka berkata: 'Celaka kamu, siapakah kamu?' Binatang itu menjawab: 'Aku adalah Al-Jassasah.' Mereka bertanya: 'Apakah Al-Jassasah itu?'

Ia menjawab: 'Pergilah kalian kepada laki-laki yang ada di dalam biara ini, karena ia sangat rindu mendengarkan berita dari kalian.' Kami pun segera menuju laki-laki itu dengan rasa takut, dan kami tidak merasa aman jangan-jangan binatang itu adalah setan perempuan.

Laki-laki itu berkata: 'Beritakan kepadaku tentang pohon kurma Bisan.' Kami menjawab: 'Tentang hal apa yang ingin engkau tanyakan?' Ia berkata: 'Aku bertanya tentang pohon kurmanya, apakah masih berbuah?' Kami menjawab: 'Ya.' Ia berkata: 'Ketahuilah, sesungguhnya hampir tiba waktunya kurma itu tidak lagi berbuah.'

Ia berkata: 'Beritakan kepadaku tentang Danau Tiberias.' Kami menjawab: 'Tentang hal apa yang ingin engkau tanyakan?' Ia berkata: 'Apakah masih ada airnya?' Mereka menjawab: 'Airnya masih banyak.' Ia berkata: 'Ketahuilah, sesungguhnya airnya hampir tiba waktunya akan habis.'

Ia berkata: 'Beritakan kepadaku tentang Mata Air Zughar.' Mereka menjawab: 'Tentang hal apa yang ingin engkau tanyakan?' Ia berkata: 'Apakah masih ada air di mata air tersebut? Dan apakah penduduknya bercocok tanam menggunakan airnya?' Kami menjawab: 'Ya, airnya masih banyak dan penduduknya bercocok tanam dengannya.'

Ia berkata: 'Beritakan kepadaku tentang Nabi Ummi (yang ummi), apa yang telah ia lakukan?' Mereka menjawab: 'Ia telah keluar dari Mekkah dan tinggal di Yathrib (Madinah).' Ia bertanya: 'Apakah orang-orang Arab memeranginya?' Kami menjawab: 'Ya.' Ia bertanya: 'Apa yang ia lakukan terhadap mereka?' Kami memberitahukan bahwa ia telah menang atas orang-orang Arab di sekitarnya dan mereka menaatinya. Ia berkata kepada mereka: 'Apakah itu benar-benar terjadi?' Kami menjawab: 'Ya.' Ia berkata: 'Ketahuilah, sesungguhnya lebih baik bagi mereka untuk menaatinya. Dan aku akan memberitahukan kepada kalian tentang diriku: Sesungguhnya aku adalah Al-Masih (Dajjal), dan sungguh hampir tiba waktunya aku diberi izin untuk keluar.'"

Hadis ini menyebutkan surutnya air Tiberias sebagai salah satu tanda yang akan terjadi, namun tidak berkaitan langsung dengan momen keluarnya Dajjal. Danau Tiberias tetap akan berisi air hingga keluarnya Ya'juj dan Ma'juj—yang terjadi setelah Dajjal terbunuh di tangan Nabi Isa 'alaihissalam.

Diriwayatkan pula oleh Muslim (No. 2937), dari Nawwas bin Sam'an radhiyallahu 'anhu, dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengenai berita tentang Dajjal. Beliau bersabda setelah menyebutkan fitnah Dajjal di tengah manusia:

"Ketika ia (Dajjal) dalam keadaan demikian, tiba-tiba Allah mengutus Al-Masih putra Maryam. Ia turun di menara putih di sebelah timur Damaskus, memakai dua lembar pakaian berwarna kuning muda, dengan meletakkan kedua telapak tangannya di atas sayap dua malaikat. Jika ia menundukkan kepalanya, meneteslah air; dan jika ia mengangkatnya, berjatuhanlah butiran-butiran air seperti mutiara. Tidak ada seorang kafir pun yang mencium bau nafasnya melainkan pasti mati, dan nafasnya sampai sejauh pandangan matanya. Lalu Nabi Isa mencarinya hingga mendapatinya di Pintu Ludd, lalu membunuhnya.

Kemudian Nabi Isa putra Maryam mendatangi suatu kaum yang telah dilindungi oleh Allah dari fitnah Dajjal, lalu beliau mengusap wajah-wajah mereka dan memberitahukan kepada mereka tentang derajat-derajat mereka di surga.

Ketika beliau dalam keadaan demikian, Allah memberi wahyu kepada Isa: 'Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba-Ku yang tidak ada seorang pun mampu memerangi mereka, maka selamatkanlah hamba-hamba-Ku ke gunung Tursina.' Lalu Allah mengutus Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari setiap tempat yang tinggi. Maka barisan terdepan dari mereka melewati Danau Tiberias lalu meminum seluruh air di dalamnya, kemudian barisan terakhir mereka melintas seraya berkata: 'Sungguh, dulu di sini pernah ada air.'"

Hadis ini menjelaskan bahwa Danau Tiberias tidak akan mengering hingga Ya'juj dan Ma'juj keluar, yaitu setelah kemunculan Dajjal dan terbunuhnya ia di tangan Nabi Allah Isa bin Maryam 'alaihissalatu wassalam.

Wallahul muwaffiq (Dan Allah-lah yang memberi petunjuk).

Muhammad Bazmool Sabtu, 1 Rabiul Akhir 1448 H