Sabtu, 12 September 2026

Wasiat Bagi Wanita yang Baru Menikah terhadap Suaminya:

وصايا للمرأة حديثة العهد بالزواج تجاه زوجها:


 قال العلامة ابن باز رحمه الله عز وجل: 


نوصي الحديثات العهد بالزواج  

نوصيهن بحسن الخلق و طيب العشرة مع الزوج و التحمّل لما يقع من تقصير من الزوج حتى تستقيم الأحوال ، و أن تكون حسنة الأخلاق حديثها مع زوجها طيّب ، تقوم بواجبها في منزلها ، تعتني بنفسها من جهة النظافة و الطيب ، و الحديث الطيّب مع زوجها ، لأن هذا من أسباب ثبات الزواج و بقائه و استمراره . 


ونحذِّرها من العنف و الشدة ، أو عدم تنفيذ أوامره التي لا محذور فيها ، بل المشروع لها أن تعتني بأوامره و تنفّذها له إذا كان ليس فيها محذور شرعًا ، أن تكون طيّبة في الكلام معه و الحديث بالإبتسام و الضحك المناسب ، و تنفيذ الأوامر و طيب المعاشرة ، و طيب المخالقة 

 مع التطيب مع النظافة ، مع إكرامه أهله كأمه و أخواته و أبيه و نحو ذلك ، كل هذا نوصي به الزوجات الجديدات و غيرهنّ . 


 [ دليل الزوجين ]


Wasiat Bagi Wanita yang Baru Menikah terhadap Suaminya:

Al-Allamah Ibn Baz rahimahullah berkata:

"Kami berwasiat kepada para wanita yang baru menikah agar berakhlak mulia dan bergaul dengan baik bersama suami, serta bersabar menanggung kekurangan yang terjadi dari pihak suami hingga keadaan menjadi harmonis. Hendaklah ia berakhlak baik, bertutur kata yang lembut kepada suaminya, menunaikan kewajiban di rumahnya, serta merawat diri dalam hal kebersihan dan wewangian. Bertutur kata yang baik kepada suami merupakan salah satu sebab kokoh, bertahan, dan berlanjutnya usia pernikahan.

Kami juga memperingatkan sang istri dari sikap kasar, keras, atau tidak menjalankan perintah suami yang tidak bertentangan dengan syariat. Justru yang disyariatkan baginya adalah memperhatikan perintah-perintah suaminya dan melaksanakannya selama tidak mengandung hal yang dilarang agama. Hendaklah ia senantiasa berkata baik saat berbincang dengannya, menyambutnya dengan senyuman dan tawa yang proporsional, mentaati perintahnya, bergaul dengan santun, serta berakhlak mulia. Hal itu disempurnakan dengan memakai wewangian, menjaga kebersihan, serta memuliakan keluarga suami seperti ibu, saudara perempuan, ayah, dan kerabatnya. Semua hal ini kami wasiatkan kepada para istri yang baru menikah maupun para istri secara umum."

[ Dalil az-Zawjayn ]