Senin, 14 September 2026

Nukilan dari Mukhtasar Al-Mu'tamad fi Ushul Ad-Din karya Al-Qadhi Abu Ya'la Al-Hanbali tentang masalah sikap ahlu sunah hanabilah terhadap pelaku dosa besar

Nukilan dari Mukhtasar Al-Mu'tamad fi Ushul Ad-Din karya Al-Qadhi Abu Ya'la Al-Hanbali tentang masalah sikap ahlu sunah hanabilah terhadap pelaku dosa besar: 
Menurut Dzahir ucapan imam Ahmad bahwa mereka tetap dianggap mukmin tetapi imannya sedang turun dan tidak kita renggut nama islam darinya justru kita sebuta dia sebagai mukmin dengan imannya fasik dengan dosa besarnya.

Sedang Asy'ariyah maka mereka menganggap pelaku dosa besar imannya tetap sempurna. Alasan mereka karena iman itu cukup tasdiq dengan hati karena meninggalkan ketaatan dan melakukan maksiat tidaklah mempengaruhi tasdiq di dalam hati. 

Komentarku: Maka wajar jika menurut mereka orang yang beribadah kepada selain Allah tidak cukup dilihat secara dzahir harus cek hatinya walau sujud kepada berhala. Karena meninggalkan yg wajib dan melakukan yg haram secara zahir saja tidak berpengaruh selama dia punya keyakinan iman di hati..
Ustadz abu musa al mizzi