Rabu, 04 Maret 2026

Syi’ah menyebut Ahlussunnah dengan sebutan Nawashib, dan mereka memandang Nawashib itu sebagai makhluk yang paling najis, bahkan lebih najis daripada anj*ng.

Syi’ah menyebut Ahlussunnah dengan sebutan Nawashib, dan mereka memandang Nawashib itu sebagai makhluk yang paling najis, bahkan lebih najis daripada anj*ng.

Lalu setelah itu anda masih menganggap mereka sebagai saudara?!

Entah anda orangnya terlalu “lapang dada”, atau memang anda sudah merasa bukan lagi bagian dari Ahlussunnah wal Jamaah sehingga tidak perlu tersinggung meskipun dipandang najis oleh mereka.

Di dalam kitabnya Ath-Thaharah (3/455), ketika membicarakan tentang Khawarij dan Nawashib, seorang tokoh Syi’ah bernama Al-Khumaini berkata:

وأما الطائفتان فالظاهر نجاستهما، كما نقل الإجماع وعدم الخلاف وعدم الكلام فيها من جملة من الأعاظم

“Adapun kedua kelompok tersebut maka yang zahir adalah keduanya najis, sebagimana kesepakatan (tentang itu) telah dinukilkan dan tidak adanya khilaf tentang itu di kalangan para tokoh.”

Lalu dia membawakan riwayat yang berbunyi:

إن الله تبارك وتعالى لم يخلق خلقًا أنجس من الكلب، وإن الناصب لنا أهلَ البيت أنجس منه

“Allah tidak pernah menciptakan makhluk yang lebih najis daripada anj*ng, dan kaum Nawasib menurut kita wahai Ahlul Bait lebih najis daripada anj*ng.”

Dan pada jilid yang sama (3/457) secara ringkas Al-Khumaini menyebut beberapa nama Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan berkata:

عائشة والزبير وطلحة ومعاوية وأشباههم … كانوا أخبث من الكلاب والخنازير

“Aisyah, Az-Zubair (ibnul Awwam), Thalhah, Mu’awiyah, dan orang-orang yang semisal dengan mereka, itu lebih buruk/kotor daripada anj*ng dan b*bi.”
Ustadz zainul arifin