Dr. Sayyid Abdul Majid Al-Ghauri
Dosen Hadis dan Ilmu Hadis – Universitas Ilmu-Ilmu Islam Malaysia
Pembawa acara:
Ustaz, bersama kita dalam sesi ini Dr. Sayyid Abdul Majid Al-Ghauri, dosen ilmu hadis di Universitas Ilmu-Ilmu Islam Malaysia. Selamat datang Doktor Sayyid.
Dr. Sayyid:
Selamat kepada Anda sekalian, terima kasih atas sambutannya.
Pembawa Acara:
Kami menyambut Anda pada malam ini dan ingin meminta Anda berbicara tentang karya-karya tulis Anda: bagaimana Anda memilih judul-judulnya dan sudah berapa jumlah karya yang telah terbit sampai saat ini?
Dr. Sayyid:
Bismillahirrahmanirrahim.
Segala puji bagi Allah dan cukuplah Dia sebagai Penolong. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi pilihan.
Pertama-tama, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Syaikh Abdullah Al-Bathathi atas undangan beliau kepada saya dalam program yang bermanfaat dan penuh kebaikan ini. Program ini, semoga Allah menjaganya, menampilkan berbagai karya terbaru yang diterbitkan oleh penerbit-penerbit di dunia Islam berupa buku-buku berharga, tahqiq, dan penelitian, kemudian memperkenalkannya kepada para pemirsa dengan gaya yang menarik sehingga mendorong mereka untuk memiliki buku-buku tersebut.
Adapun tentang jumlah karya saya, sebagai bentuk menyebut nikmat Allah, saya katakan bahwa Allah ﷻ menganugerahkan kepada saya kesempatan untuk menekuni dunia penulisan sejak usia dini.
Saya menulis buku pertama tentang kehidupan Syaikh Abu al-Hasan Ali al-Hasani an-Nadwi rahimahullah ketika saya berusia 17 tahun. Buku tersebut diterbitkan oleh Dar Ibn Katsir sejak tahun 1998. Itu menjadi awal yang baik dan penuh keberkahan dalam bidang ini.
Setelah itu, Allah memberi taufik kepada saya untuk menulis banyak buku dalam bidang tarjamah (biografi), kemudian dalam ilmu hadis dan khazanah sunnah Nabawiyah. Jumlahnya sekitar 40 buku.
Saya memohon kepada Allah agar menerima amal tersebut dan menjadikannya sebagai simpanan pahala di akhirat.
Pembawa Acara:
MasyaAllah. Kami sangat senang dengan kehadiran Anda malam ini. Anda adalah sosok ilmuwan yang pernah berpindah antara universitas di Syam, Damaskus, dan Malaysia, serta memiliki banyak karya ilmiah. Semoga Allah menerima amal Anda.
MasyaAllah, Anda memulai penulisan sejak usia sangat muda dan memilih tokoh besar untuk dibahas. Saya sempat melihat buku Anda yang tebal tentang Al-‘Allamah Abu al-Hasan an-Nadwi dan itu karya yang sangat baik.
Pertanyaan saya: apa judul tesis magister dan disertasi doktoral Anda? Apakah sudah dicetak atau belum?
Dr. Sayyid:
Adapun tesis magister saya, saya peroleh tahun ini dengan judul:
“Para Muhaddits dari Kalangan Jamaah Ahlul Hadis di India dan Upaya Mereka dalam Bidang Hadis Nabawi: Studi Induktif-Kritis.”
Sedangkan disertasi doktoral saya berjudul:
“Para Muhaddits dari Kalangan Hanafiyah di India dan Kontribusi Mereka dalam Bidang Hadis Nabawi.”
Keduanya saling melengkapi satu sama lain.
Pembawa Acara:
Apakah sudah dicetak?
Dr. Sayyid:
Belum, masih dalam proses persiapan.
Pembawa Acara:
Kami juga melihat bahwa Ma’had Dirasat Hadis Nabawi sering meminta Anda untuk menulis karya khusus dalam ilmu hadis. Apakah lembaga itu pusat tahqiq, penulisan, atau pengajaran? Bisa dijelaskan?
Dr. Sayyid:
Pusat tersebut didirikan di salah satu universitas di Malaysia, khusus untuk mahasiswa studi Islam dalam bidang ilmu hadis dan juga untuk melatih mereka dalam penelitian ilmiah.
Pembawa Acara:
Saya juga perhatikan Anda menaruh buku-buku Anda di belakang Anda (saat wawancara). Semoga Allah memberkahi.
Namun saya tidak melihat adanya karya tahqiq dalam daftar karya Anda. Apakah Anda memang lebih cenderung kepada penulisan dan penyusunan daripada tahqiq?
Dr. Sayyid:
Ya, saya memang lebih condong kepada penulisan (ta’lif) daripada tahqiq.
Pembawa Acara:
Padahal guru Anda, Syaikh Nuruddin ‘Itr rahimahullah juga banyak melakukan tahqiq selain menulis buku.
Baik, bisa Anda kabarkan kepada kami tentang proyek-proyek Anda yang akan datang?
Dr. Sayyid:
Saat ini saya sedang menelaah ulang sebuah buku yang hampir selesai berjudul:
“Pengantar Studi Sumber-Sumber Hadis.”
Buku ini akan memuat sejarah sekitar 4.000 sumber dan rujukan terkenal dalam bidang riwayah dan dirayah. InsyaAllah akan terbit dalam empat jilid.
Saya juga sedang menyelesaikan buku berjudul:
“Para Muhaddits dari Kalangan Hanafiyah di India dan Kontribusi Mereka dalam Bidang Hadis Nabawi.”
Buku ini akan memuat biografi sekitar 40 tokoh muhaddits di India, dimulai dari Imam Radhiyuddin as-Saghani hingga Syaikh Muhammad Mustafa al-A‘zami. Mereka memiliki kontribusi besar dalam pelayanan terhadap Sunnah Nabawiyah sepanjang sejarah, namun banyak dari mereka belum banyak disebut dalam kitab-kitab biografi maupun dikaji karya-karyanya secara mendalam.
Selain itu, ada proyek bersama Pusat Sunnah dan Warisan Nabawi di Jeddah berjudul:
“Keutamaan dan Kekhususan Surah-Surah Al-Qur’an.”
Buku ini akan menghimpun keutamaan dan kekhususan surah-surah Al-Qur’an dengan kajian analitis terhadap hadis-hadis yang berkaitan dengan masing-masing surah.
Pembawa Acara:
Saya juga menyarankan agar Anda mengumpulkan artikel dan karya Al-‘Allamah Muhammad Hamidullah dalam satu kumpulan, karena banyak orang belum mengenal jasa besar beliau dalam dakwah dan karya ilmiahnya.
Dr. Sayyid:
InsyaAllah, ada beberapa saudara yang telah mulai menerjemahkan artikel dan ceramah beliau.
Pembawa Acara:
Jazakumullah khairan. Kami berterima kasih kepada Dr. Sayyid Abdul Majid Al-Ghauri atas intervensi yang mulia ini. Beliau adalah dosen hadis dan ilmu hadis di Universitas Ilmu-Ilmu Islam Malaysia.
https://www.facebook.com/share/v/17WFGM7C7g/