Selasa, 09 Desember 2025

Siapa yang Menyucikan Jiwa? Allah atau Hamba?]

[Siapa yang Menyucikan Jiwa? Allah atau Hamba?]
Berdasarkan: Tazkiyatun Nufus: Mafhumuha wa Maratibuha karya Ibrahim ar-Ruhaily hlm. 22–23

Tentang firman Allah:
﴿قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا﴾ “Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa)”
ulama berbeda pendapat: apakah yang menyucikan jiwa adalah Allah ataukah hamba?

Ada dua pendapat besar:
1. Allah yang menyucikan jiwa hamba,
2. Hamba menyucikan jiwanya melalui ketaatan.

Syaikh Ibrahim ar-Ruḥaily menyebut bahwa Ibn Taimiyyah memilih pendapat kedua—bahwa yang menyucikan jiwa adalah hamba, melalui amal saleh dan ketaatan. Ini selaras dengan firman Allah:
﴿قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى﴾
"Beruntunglah orang yang membersihkan dirinya."

Namun ini tidak berarti hamba melakukannya sendiri tanpa pertolongan Allah, karena Allah berfirman:
﴿وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَى مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَدًا﴾
"Seandainya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepada kalian, niscaya tidak seorang pun dari kalian yang dapat menyucikan dirinya."

(Turunannya ditegaskan Nabi ﷺ dalam doa terkenal:)
«اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا»

Kesimpulannya:
• Hamba berperan,
• Allah memberi taufiq,
• Penyucian jiwa terjadi melalui sinergi dua hal tersebut.
ustadz hasan al jaizy