Kamis, 25 Desember 2025

lima hari bersimpuh belajar bersama gurunda Ust Firanda Andirja dan Ust Nidhol Masyhud Babanya Shofia

Alhamdulillah, lima hari bersimpuh belajar bersama gurunda Ust Firanda Andirja dan Ust Nidhol Masyhud Babanya Shofia, dengan berbagai kelelahan dan ujian maa syaa Allah…

Sedikit yang ana ingat nasihat Ustadz, 
“Kata Ust, setiap muslim hendaknya senantiasa mempersiapkan diri menghadapi berbagai ujian kehidupan, baik ujian dalam daurah maupun ujian di akhirat kelak, karena tidak seorang pun mengetahui kapan datangnya kematian.

Ust juga menyampaikan, banyak-banyaklah bersyukur karena telah dipilih oleh Allah sebagai orang-orang yang menempuh jalan dakwah dan mengikuti jejak para rasul. 
Allah berfirman, 

‫قُلۡ هَـٰذِهِۦ سَبِیلِیۤ أَدۡعُوۤا۟ إِلَى ٱللَّهِۚ عَلَىٰ بَصِیرَةٍ أَنَا۠ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِی …

Pada ayat ini, Allah tidak hanya memuji para nabi, tetapi juga orang-orang yang mengikuti jalan mereka.

Maka kesempatan menapaki jalan dakwah merupakan sebuah kemuliaan besar yang harus dijaga dan dilazimi hingga akhir hayat. Jika seseorang meninggalkan jalan ini, maka Allah tidak akan rugi, karena Dia akan menggantikan posisi tersebut dengan orang lain.

Dakwah adalah jalan perjuangan. Berlaku kaidah bahwa semakin tinggi iman seseorang, maka semakin berat pula ujiannya. Karena itu, seorang da‘i dituntut untuk menjadi pribadi yang tegar, bukan pribadi yang mudah mengeluh, mudah menangis, atau sibuk melakukan klarifikasi, maupun membuat pernyataan dan status di media sosial.

Seorang da‘i tidak seharusnya mencari pengakuan manusia, tetapi berusaha meraih kedudukan di sisi Allah dengan senantiasa bersandar kepada-Nya dan menguatkan hubungan dengan-Nya.

Semaksimal mungkin, seorang da‘i tidak boleh membebani orang lain atau menuntut hak-hak pribadi. Ia menjalani hidupnya dalam dakwah dengan penuh tanggung jawab. Maka jangan hanya sibuk berdakwah, sementara kewajiban-kewajiban yang ada justru terabaikan. Dakwah harus tetap dijalankan, dan kewajiban pun harus ditunaikan.

Hakikatnya, apa yang kita sampaikan dalam dakwah hanyalah sebatas manfaat dan pertimbangan. Selebihnya, setiap orang bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Karena itu, kita semua harus terus banyak belajar, terus memperbaiki diri.

Kita sangat berharap, generasi setelah kita bisa menjadi lebih baik daripada kita. Dan itulah sejatinya mimpi dan harapan para guru.

Akhukum fillah 
✍🏻Muhammad Guntur Andika Putra
🖇️ DDN 3 Al Wildan Islamic School 

Semoga Allah pertemukan kembali pada DDN4 di tahun yang akan datang. Aamiin

Baarakallahu fiikum jami’an ❤️