Rabu, 24 Desember 2025

Ibn Jarir al-Tabari: Siapa pun yang menyimpang dari keyakinan Ahmad atau mengkritik mazhab Hanbali adalah seorang bid'ah yang jahat.

Abu Thahir as-Silafi mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abu al-Husain al-Mubarak bin Abdil Jabbar bin Ahmad ash-Shufi mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abu Ishaq Ibrahim bin Umar bin Ahmad al-Barmaki mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abu al-Hasan Ali bin Khafif bin Abdillah ad-Daqqaq mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abu Ja'far Muhammad bin Jarir bin Yazid ath-Thabari rahimahullah berkata:
[1/146] "Dan aku mengikuti ucapan ayahku, Abu Abdillah rahimahullah (Imam Ahmad), dalam seluruh perkara yang dibicarakan orang-orang mengenai makna-makna ini dan apa yang mereka perdebatkan di dalamnya. Beliau adalah orang yang diridai (pilihannya) di sisi kami, dan beliau adalah pemimpin dalam segala hal yang ia ucapkan."
"Barangsiapa yang menyimpang darinya, maka ia adalah ahli bidah yang buruk. Dan barangsiapa yang sengaja mencari-cari aibnya, atau menyebutnya dengan keburukan, kebencian, atau (mencela) salah satu dari para pendukung dan pengikutnya, serta siapa pun yang berada di atas mazhabnya, maka ia adalah orang yang buruk dan jahat. Karena sesungguhnya beliau adalah Syekh (Guru) dan Imam yang telah diridai oleh pemeluk Islam dan Ahlussunnah wal Jamaah."
Penjelasan Singkat
Teks ini merupakan kutipan dari Imam ath-Thabari (seorang sejarawan dan ahli tafsir besar) yang menyatakan kepatuhannya terhadap prinsip-prinsip akidah yang dibawa oleh Imam Ahmad bin Hanbal.
Dalam konteks sejarah, ini merujuk pada masa fitnah Khalqul Qur'an (Mihna), di mana Imam Ahmad menjadi simbol keteguhan Ahlussunnah. Teks tersebut menegaskan bahwa mencela Imam Ahmad atau pengikutnya dianggap sebagai tanda menyimpang dari jalan yang lurus.