Jazakumullah khairan Ustadz Dr. Budianysah atas ilmunya hari ini, beliau adalah Dosen senior di LIPIA Jakarta. Hal menarik yang membuat kami tersenyum saat sesi beliau dalam seminar hari ini, beliau menyampaikan Bahasa Arab yang dipakai di alamamater kami berdua yaitu GONTOR. Beliau menyelesaikan pendidikan pesantrennya di Ponpes Darussalam Gontor juga. Selesai seminar kami sempat berdiskusi ringan dengan beliau terkait :
1. Model evaluasi materi Bahasa Arab yang harusnya tak boleh ada sekedar menanyakan makna sebuah kata, harusnya meletakkan kata tersebut di dalam sebuah jumlah mufidah (kalimat sempurna). Karena di antara unsur bahasa adalah mufradat dan tujuan utama mempelajarinya adalah penggunaannya di dalam kalimat.
2. Perlunya disusun buku bahasa Arab yang digunakan untuk mengajar orang Indonesia dengan bi’ah Indonesia (nama orang Indonesia dan tempat-tempat di Indonesia). Adapun buku-buku yang ada termasuk ABY adalah buku yang digunakan untuk mengajar orang non petutur Bahasa Arab di negari Arab, hal itu bisa dilihat dari ilustrasi yang ada pada kitabnya. Kami menunjukkan buku yang disusun beberapa dosen STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya yaitu Kitab al-Iman Lii Ta’limi Lughati al-Qur’an yang disusun dengan pendekatan lingkungan Indonesia, khususnya Surabaya. Kami pun mengajar kitab ini di Kursus Bahasa Arab Al-Iman Surabaya.
Oh iya beliau sempat sampaikan di seminar tadi bahwa istilah “Pesantren” tak perlu diterjemahkan ke bahasa Arab dengan kata al-Ma’had karena kata al-Ma’had lebih berarti kepada “Lembaga.” Menarik sebenarnya, tapi waktu yang membatasi diskusi ringan ini. Selama ini hanya menyimak beberapa video beliau di YouTube. Baarakallahu fiihi.