AHLI BID’AH SELALU MEMBERI JULUKAN BURUK KEPADA AHLUSSUNNAH
Imam Ahmad bin Hanbal berkata:
“Aku melihat bahwa para pengikut hawa nafsu dan ahli bid’ah memiliki julukan-julukan yang buruk yang mereka sematkan kepada Ahlussunnah. Mereka bermaksud dengan itu untuk mencela, menyerang, dan menjatuhkan Ahlussunnah di hadapan orang-orang bodoh dan orang-orang awam.”
(lihat Thabaqat al-Hanabilah)
Dahulu,
⛔ Kaum jahmiyyah menjuluki Ahlussunnah dengan Musyabbihah, Nuqshaniyyah, Mukhalifah, atau Syukkak. Ini karena Ahlussunnah menetapkan sifat-sifat bagi Allah Ta’ala.
⛔ Kaum Mu’tazilah dan Khawarij menjuluki Ahlussunnah dengan Hasyawiyyah, Nabitah atau Nawabit, Mujbirah, atau Musyabbihah.
⛔ Kaum Qadariyyah menjuluki Ahlussunnah dengan Mujbirah atau Jabriyyah.
⛔ Kaum Rafidah menjuluki Ahlussunnah dengan Nashibah atau Nawashib, ‘Aammah, Musyabbihah, atau Hasyawiyyah.
⛔ Kaum Asy’ariyyah dan Maturidiyyah menjuluki Ahlussunnah dengan Musyabbihah, Mujassimah, Hasyawiyyah, Nawabit, atau Ghutsa’ (ampas).
Dengan julukan-julukan di atas jelas sekali bahwa kaum-kaum yang menyimpang itu terkadang sepakat dan terkadang berselisih dalam memberikan julukan-julukan batil kepada Ahlussunnah.
Lalu ahlul bathil di masa kini:
⛔ Sufiyah menjuluki Ahlussunnah dengan: Wahabiyah
⛔ Rafidhah menjuluki Ahlussunnah dengan: Taimiyyah
⛔ Ikhwaniyah menjuluki Ahlussunnah dengan: Madakhilah
⛔ Sururiyyah menjuluki Ahlussunnah dengan: Jamiyyah
⛔ Asy’ariyyah menjuluki Ahlussunnah dengan: Mujassimah
⛔ Khawarij menjuluki Ahlussunnah dengan: Murji’ah
⛔ Kaum liberal menjuluki Ahlussunnah dengan: Raj’iyyah (kolot/reaksioner)
Setiap kelompok akan memandangmu dari sudut pandang sempitnya masing-masing. Namun pada akhirnya, seorang Muslim Sunni Salafi adalah orang yang mengikuti Al-Quran, Sunnah, dan jalan para salaf umat ini. Yang menjadi ukuran sejatinya adalah makna dan hakikat, bukan nama dan istilah.
Syaikh Abdurrahman As-Sa’di berkata:
“Seluruh tolok ukur itu kembali kepada makna, bukan kepada nama. Betapa banyak Ahlul Batil menamai Ahlul Haq dengan nama-nama tercela, dan menamai diri mereka sendiri dengan nama-nama terpuji. Namun hal itu tidak membahayakan Ahlul Haq dan tidak pula mengangkat derajat Ahlul Batil sama sekali. Semua ini hanyalah jaring yang mereka gunakan untuk menangkap orang-orang yang tidak memiliki bashirah (pemahaman yang jernih).”
(Taudhih al-Kafiyah asy-Syafiyah, hlm. 137)
~ Syeikh Prof. Dr. Abdus Salam al-Suhaimiy ~
https://www.facebook.com/share/1DWrvkHsbz/