Kamis, 25 Desember 2025

KITA LOMBA2AN NGUMPULIN FOTO USTADZ2 SALAFI SATU MAJELIS DENGAN YANG BUKAN SALAFI, BIAR PADA SADAR YANG SUKA CORAT-CORET MUKA ORANG ITU MANHAJNYA KETERLALUAN❗

KITA LOMBA2AN NGUMPULIN FOTO USTADZ2 SALAFI SATU MAJELIS DENGAN YANG BUKAN SALAFI, BIAR PADA SADAR YANG SUKA CORAT-CORET MUKA ORANG ITU MANHAJNYA KETERLALUAN❗

Mereka mengira kalau ust2 Salafi pernah satu majelis dengan para tokoh non-Salafi dianggap luntur komitmennya terhadap tauhid dan sunnah, tidak tegas dengan syirik dan bid'ah, lalu bawa2 qoul ulama "dilarang duduk2 dengan ahli bid'ah".

Jangan gegabah gitu lah, tidak selalu seperti itu.

Justru sebaliknya, dengan memperlihatkan akhlak yang baik kepada sesama muslim meskipun berbeda pandangan namun tetap menjaga idealismenya, maka adalah sebuah konfirmasi bahwa ustadz tersebut:

1. Memiliki prinsip dan idealisme yang kuat, tidak berubah meskipun satu majelis bersama mereka. Bahkan, dalam kesempatan yang berbeda bisa membuat forum diskusi dan debat ilmiah, ketajaman intelektual dan wawasan keislaman akan teruji disana.

2. Mendapatkan manfaat dari adanya komunikasi aktif dengan sesama tokoh lintas kelompok; diantaranya menghilangkan prasangka buruk, lebih tepat dalam menilai sesuatu atau seseorang (komunikasi yang buruk akan membuka peluang untuk tidak adil dalam menilai dan menghukumi seseorang)

3. Melatih sikap inshof, bila suatu saat sebuah kebenaran datang selain dari dirinya dan kelompoknya maka ia tidak segan2 membuang pendapat lamanya, dan mengambil pendapatnya yang baru, ilmu yang matang dan mapan akan dirasakan ketika membuka diri dalam keilmuan dan muamalah (hubungan sosial)

4. Bisa membedakan fiqh hukum dan fiqh dakwah. Lihatlah akhlak Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dengan para tokoh yang memusuhinya bahkan memenjarakannya, Syaikhul Islam tetap baik kepada mereka meskipun dalam soal prinsip memiliki ketegasan, baik saat menghadapi pemikiran Mu'tazilah, Syi'ah, Asy'ariyyah, dll.

Adapun bagi yang "eksklusif" dalam keilmuan dan muamalah (hubungan sosial) maka peluang terjadi kesalahpahaman (bahkan ketertinggalan intelektual) terbuka lebar. Dirinya akan merasa "paling" dibandingkan dengan yang lain.

Note:
Foto eksklusif pertemuan antara Ust. Nidhol Masyhud (Salafi) dengan Syaikh Sa'id Faudah dan Ust. Noor Deros (tokoh ahli Kalam dari Asy'ariyyah). Mau dicoret juga muka ustadz Nidhol Masyhud???
Ustadz ridwan