Penjelasan perbedaan dakwah salafiyyah dan dakwah harakiyyah–hizbiyyah secara ringkas sebagaimana biasa dibahas oleh para ulama Ahlus Sunnah:
⸻
1. Landasan Manhaj (Metodologi)
Dakwah Salafiyyah
• Berdiri di atas Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih (sahabat, tabi‘in, tabi‘ut tabi‘in).
• Menjadikan ittibā‘ (mengikuti dalil) sebagai asas, bukan tokoh atau organisasi.
• Prinsip utama: al-ḥaqq yuqraf bi ad-dalīl, lā bi ar-rijāl
(kebenaran diukur dengan dalil, bukan figur).
Dakwah Harakiyyah–Hizbiyyah
• Berangkat dari gerakan (ḥarakah) dan ikatan kelompok (ḥizb).
• Manhaj sering dibangun di atas tujuan gerakan, strategi politik, atau agenda perubahan sosial.
• Pemikiran tokoh dan ideologi tertentu sering menjadi rujukan utama.
⸻
2. Tujuan Utama Dakwah
Salafiyyah
• Tashfiyah: memurnikan akidah dan ibadah dari syirik, bid‘ah, dan penyimpangan.
• Tarbiyah: mendidik umat di atas ilmu, sunnah, dan akhlak salaf.
• Fokus jangka panjang: perbaikan individu → keluarga → masyarakat.
Harakiyyah–Hizbiyyah
• Fokus pada perubahan sosial dan politik.
• Target sering bersifat struktural: kekuasaan, sistem negara, atau dominasi opini publik.
• Pendidikan akidah kadang menjadi sekunder dibanding agenda gerakan.
⸻
3. Sikap terhadap Kelompok & Organisasi
Salafiyyah
• Tidak terikat pada organisasi tertentu.
• Loyalitas kepada Islam dan Sunnah, bukan kepada kelompok.
• Persatuan dibangun di atas kebenaran, bukan jumlah atau struktur.
Harakiyyah–Hizbiyyah
• Sangat menekankan loyalitas jamaah (al-walā’ al-ḥizbī).
• Kritik internal sering dianggap melemahkan barisan.
• Berpotensi menumbuhkan fanatisme kelompok.
⸻
4. Pendekatan dalam Menyikapi Kesalahan
Salafiyyah
• Kesalahan ditimbang dengan dalil dan manhaj salaf.
• Membedakan antara:
• Bid‘ah
• Khilaf mu‘tabar
• Ijtihad yang keliru
• Menjaga keadilan meski terhadap lawan.
Harakiyyah–Hizbiyyah
• Kesalahan sering ditoleransi demi maslahat gerakan.
• Prinsip: “Kita bekerja sama pada yang disepakati dan saling memaklumi pada yang diperselisihkan”—meski menyangkut masalah manhaj dan akidah.
• Potensi mengorbankan prinsip demi strategi.
⸻
5. Sikap terhadap Penguasa
Salafiyyah
• Berdalil dengan hadits-hadits ketaatan dalam kebaikan.
• Menolak pemberontakan dan provokasi.
• Menasihati penguasa dengan cara syar‘i, bukan agitasi massa.
Harakiyyah–Hizbiyyah
• Cenderung kritis secara terbuka.
• Sebagian menghalalkan demonstrasi, tekanan massa, bahkan revolusi.
• Lebih dekat dengan aktivisme politik.
⸻
6. Buah Dakwah (Dampak Nyata)
Salafiyyah
• Melahirkan:
• Tauhid yang lurus
• Ibadah sesuai sunnah
• Akhlak ilmiah dan tawadhu‘
• Perubahan lambat tapi kokoh dan berkelanjutan.
Harakiyyah–Hizbiyyah
• Melahirkan:
• Semangat dan militansi
• Aktivisme tinggi
• Namun sering:
• Rapuh saat tokoh tumbang
• Terpecah ketika konflik internal muncul
#ahmadzainuddinalbanjary