Senin, 29 Desember 2025

Menemukan "Healing" Sejati dalam Manisnya Ilmu Agama 📚✨

*Menemukan "Healing" Sejati dalam Manisnya Ilmu Agama 📚✨*

​Pernahkah Anda merasa jenuh dalam belajar, atau merasa "kering" padahal sudah banyak membaca? Jika iya, mungkin yang kita butuhkan bukan sekadar wawasan baru, melainkan apa yang disebut oleh para ulama sebagai "Lazzatul 'Ilmi" atau Kelezatan Ilmu.

​Buku luar biasa yang sedang kita bahas ini berjudul: "Meneladani Malaikat: Kelezatan, Keindahan, dan Kecintaan terhadap Ilmu". 

Ditulis oleh Dr. Ashim al-Luhaidan, buku ini adalah "gerbang emas" bagi siapa pun yang ingin mereguk saripati pemikiran dua Imam Besar dalam sejarah Islam: Ibnu Taimiyyah dan Ibnul Qayyim.

​Kenapa Buku Ini Sangat Berbobot? 🥩
​Penulisnya melakukan riset yang luar biasa mendalam. Beliau menyaring isi dari sekitar 60 jilid karya besar kedua imam tersebut hanya untuk membahas satu tema sentral: CINTA PADA ILMU.
​Buku ini tidak berbicara tentang teori yang kaku, melainkan tentang rasa. Di dalamnya, kita akan menemukan rahasia mengapa para ulama terdahulu bisa betah membaca buku selama berjam-jam hingga lupa makan. Ternyata, bagi mereka, ilmu adalah "healing" terbaik, obat bagi dada yang sesak, dan taman bermain bagi akal budi.

​Cuplikan Isi yang Menggugah Jiwa 💡

​Ada satu bagian di buku ini yang sangat menyentuh, mengutip perkataan Sahabat Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه:

​"Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjagamu, sedangkan engkau yang harus menjaga harta. Ilmu itu bertambah subur jika diamalkan, sedangkan harta berkurang jika dibelanjakan."

​Dan ini bagian yang menjelaskan keindahan judul buku ini:

​"Kenapa penuntut ilmu disebut menyerupai malaikat? Karena malaikat adalah makhluk yang paling tulus memberi nasihat dan manfaat bagi manusia. Begitupun orang berilmu, ia hidup untuk menerangi jalan orang lain. Itulah alasan mengapa malaikat sangat mencintai dan membentangkan sayapnya sebagai bentuk penghormatan bagi mereka yang menempuh jalan ilmu."

​Kesimpulan: Sebuah Perjalanan Spiritual ✅

​Buku ini bukan sekadar bacaan, melainkan sebuah investasi spiritual. Bahasanya telah diringkas sedemikian rupa sehingga tetap ringan dibaca namun memiliki kedalaman makna yang luar biasa.

​Membaca buku ini akan mengubah cara pandang kita secara total: dari yang tadinya menganggap belajar sebagai "beban", menjadi sadar bahwa belajar adalah "kebutuhan pokok" yang bahkan lebih mendesak daripada makan dan minum.

​Gimana, siap untuk jatuh cinta lagi pada ilmu? 📖❤️
Ustadz syahid ridlo