Sabtu, 27 Desember 2025

Di tubuh Muhammadiyah ada istilah MuSa (Muhammadiyah rasa Salafi),

Di tubuh Muhammadiyah ada istilah MuSa (Muhammadiyah rasa Salafi), namun belum dengar ada istilah NUSa. Indikasi bahwa Salafi itu bisa "hidup" di tubuh Muhammadiyah, walaupun kehadiran MuSa ini ditentang oleh internal Muhammadiyah sendiri, dianggap lari dari prinsip2 keMuhammadiyahan. Tapi kekuatan untuk memaksa supaya MuSa ini dibubarkan/dikeluarkan juga sulit, karena banyak sekali prinsip2 Muhammadiyah yg disepakati melalui hasil pertimbangan dewan tarjih yg beririsan dengan prinsip2 Salafi dan justru malah membela MuSa. Bisa dilihat pemaparannya ustadz Mujiman seputar ini.

Tidak dipungkiri Muhammadiyah adalah aset besar umat. Nama besarnya disegani dan punya posisi tawar yg diperhitungkan. Cukup banyak kritik dan masukan Muhammadiyah kepada pemerintah yg diakomodir oleh negara. Mengapa ada orang2 berpemikiran Salafi di Muhammadiyah, ya mungkin sebagai kendaraan untuk lebih tersebarnya dakwah. Atau bahkan mungkin mereka punya misi untuk mengembalikan Muhammadiyah ke versi yg lebih dekat kepada versi aslinya. Karena infiltrasi pemikiran2 menyimpang bahkan liberal turut mengancam ormas besar ini.

Namun yg cukup lucu ada juga oknum2 Muhammadiyah yg ikut2an pake istilah wahabi untuk menyerang pemikiran salafi. Padahal sebelum salafi tenar di tanah air, Muhammadiyah lah yg menyandang gelar Wahabi tsb 😅 Kalo ngeliat orang2 Muhammadiyah jaman dulu, emang mereka ini umumnya adalah orang2 yg sangat memegang prinsip anti TBC: Takhayul, Bid'ah dan Churafat. Yang prinsip ini mulai memudar di kalangan Muhammadiyah jaman now.

Wallaahu a'lam.
ui