Jumat, 26 Desember 2025

RIVALITAS ANTARA AISYAH DAN ZAINAB BINTI JAHSY RADHIYALLAHU ‘ANHUMA

RIVALITAS ANTARA AISYAH DAN ZAINAB BINTI JAHSY RADHIYALLAHU ‘ANHUMA

Rumah tangga Nabi adalah rumah tangga manusia, bukan malaikat. Di dalamnya ada cinta, ada kecemburuan, dan ada rivalitas yang sangat manusiawi.

Di antara istri-istri Nabi, Aisyah dan Zainab binti Jahsy, keduanya dikenal sebagai sosok yang paling kuat bersaing dalam memenangkan hati Rasulullah.
Bahkan ‘Aisyah pernah “bersekongkol” dengan Hafshah tentang madu Zainab, agar Nabi tidak terlalu sering berlama-lama di rumah Zainab.
Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur’an (QS. At-Tahrim)

Aisyah juga pernah memecahkan piring zainab karena kecemburuannya. Namun kemuliaan sejati Zainab tampak saat ia diberi kesempatan menjatuhkan rivalnya dan membuat nabi menjauhinya, namun Zainab lebih memilih jujur dan berkata yg benar.

Ketika terjadi fitnah besar Haditsul Ifk, fitnah yang mengguncang Madinah dan menyasar kehormatan ‘Aisyah, Rasulullah bertanya langsung kepada Zainab:

يَا زَيْنَبُ، مَاذَا عَلِمْتِ أَوْ رَأَيْتِ؟

“Wahai Zainab, apa yang engkau ketahui atau lihat?”

Zainab menjawab:

يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَحْمِي سَمْعِي وَبَصَرِي،
مَا عَلِمْتُ إِلَّا خَيْرًا

“Wahai Rasulullah, aku menjaga pendengaranku dan penglihatanku. Aku tidak mengetahui tentangnya kecuali kebaikan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Padahal, Zainab adalah rival terkuat ‘Aisyah. Ini kesempatan emas untuk menjatuhkannya namun Zainab adalah wanita mulia dan bertaqwa perasaannya tak bisa mengalahkan imannya.

Dan akhirnya justru ‘Aisyah sendiri yang kemudian bersaksi tentang Zainab:

وَهِيَ الَّتِي كَانَتْ تُسَامِينِي مِنْ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ ﷺ،
فَعَصَمَهَا اللَّهُ بِالْوَرَعِ

“Dialah wanita yang paling menyaingiku di antara istri-istri Nabi, namun Allah melindunginya dengan sifat wara‘.”(HR. al-Bukhari dan Muslim)

Subhaaanallah, cemburu itu fitrah, rivalitas itu nyata,
tetapi iman dan kejujuran harus tetap memimpin lisan.

Inilah akhlak para Ummahatul Mukminin.

Wallāhu a‘lam.
Ustadz fadlan fahamsyah