Jika datang waktu Maghrib maka masuklah ke rumah (untuk wanita dan anak-anak). Tutup jendela2 mobil jika diperjalanan.
Ibu-ibu jangan malah jemurin pakaian saat Maghrib di balkon atau di roof top.
Apalagi Maghrib+ hujan. Saat Maghrib tiba jin mulai berkeliaran untuk mencari makanan dan inang. Dan saat hujan mereka berteduh di balkon atau tempat2 jemuran. Saya sering memergoki mereka berada di tempat tersebut selain satpam perumahan juga yg sering lihat. Pernah juga ada kasus tetangga merasa ada yg masuk dari jempol kakinya saat jemurin pakaian di waktu Maghrib yg gerimis.
Jin takut air hujan. Krn air hujan merupakan Rahmat dari Allah. Makanya salah satu cara ruqyah bisa dengan hujan2an. Dan juga saat hujan ada malaikat Ar Ra'd (malaikat petir), orang bule menyebutnya "Thor", orang cianjur menyebutnya "guntur". dia bukan dewa apalagi member Avenger. Jin takut terkena cambuk petir.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: أَقْبَلَتْ يَهُودُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالُوا: يَا أَبَا الْقَاسِمِ، أَخْبِرْنَا عَنِ الرَّعْدِ، مَا هُوَ؟ قَالَ: «مَلَكٌ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُوَكَّلٌ بِالسَّحَابِ، مَعَهُ مَخَارِيقُ مِنْ نَارٍ يَسُوقُ بِهَا السَّحَابَ حَيْثُ شَاءَ اللَّهُ»، فَقَالُوا: فَمَا هَذَا الصَّوْتُ الَّذِي نَسْمَعُ؟ قَالَ: «زَجْرُهُ بِالسَّحَابِ إِذَا زَجَرَهُ حَتَّى يَنْتَهِيَ إِلَى حَيْثُ أُمِرَ»، قَالُوا: صَدَقْتَ
Terjemahan:
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Kaum Yahudi datang kepada Nabi ﷺ dan berkata, "Wahai Abul Qasim (Nabi Muhammad), kabarkan kepada kami tentang Ar-Ra'd (guruh/petir), apakah itu?"
Beliau (Nabi ﷺ) menjawab:
"Ia adalah seorang malaikat di antara para malaikat yang ditugaskan (mengurus) awan. Bersamanya ada cambuk-cambuk dari api yang ia gunakan untuk menggiring awan ke mana pun yang Allah kehendaki."
Mereka bertanya lagi, "Lalu suara apa yang kami dengar ini?"
Beliau menjawab:
"Itu adalah hardikannya (suara malaikat tersebut) kepada awan ketika ia menggiringnya hingga awan itu berhenti di tempat yang diperintahkan."
Mereka berkata, "Engkau benar."
(HR. Tirmidhi no. 3117, Ahmad no. 2483, dan Ath-Thabrani.)
Derajat: Imam Tirmidhi menilainya Hasan Gharib. Syaikh Al-Albani menilainya Hasan Shahih dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah (No. 1872).
Ustadz ahmad suryana