Kamis, 25 Desember 2025

ibnu taimiyah

Ibn Taimiyyah 

Ibn Katsir -rahimahullah- bertutur:

Ketika Syaikh al-Islam Ibn Taimiyyah menulis kitabnya yang berjudul al-Istighatsah, Ibn al-Bakri ash-Shufiy bersama teman-temannya menghadang beliau di tengah jalan. Mereka lantas memukuli Ibn Taimiyyah dengan pukulan-pukulan keras sampai Ibn Taimiyyah tersungkur ke tanah, dan mereka pun melarikan diri...

Setelah kejadian itu, orang-orang berkumpul bersama sejumlah tentara dan meminta Ibn Taimiyyah agar mengizinkan mereka membalas perbuatan Ibnu al-Bakri. Namun, Ibn Taimiyyah menolak permintaan mereka. Beliau berkata kepada mereka, "Hak untuk membalas itu bisa jadi ada tiga: hakku, hak kalian, atau hak Allah. Jika itu  memang hakku, maka aku telah memaafkan Ibn al-Bakri. Jika itu adalah hak kalian, dan kalian tidak mau mendengarkan nasihatku, maka janganlah kalian meminta fatwa dariku. Terserah kalian saja, perbuatlah apa yang kalian kehendaki. Dan jika itu adalah hak Allah, maka Allah akan mengambil hak-Nya dengan cara bagaimana pun yang dikehendaki-Nya dan kapan pun yang dikehendaki-Nya."

Akan tetapi, orang-orang itu tidak mau ambil peduli perkataan Ibn Taimiyyah. Mereka terus saja mencari dan memburu Ibn al-Bakri di mana-mana sampai-sampai Ibn al-Bakri tidak menemukan tempat untuk bersembunyi kecuali di rumah Ibn Taimiyyah sendiri...

Ibn Taimiyyah merasa iba dan menyembunyikan Ibn al-Bakri. Beliau memberi maaf dihadapan sultan sehingga sultan pun mengampuninya...

Sikap Ibn Taimiyyah yang luar biasa ini membuat sebagian ulama dari kalangan Asy'ariyah berkata tentang Syaikhul Islam, "Beliau telah berlaku baik dengan akhlak yang hampir tidak mungkin dimiliki kecuali oleh para nabi Allah dan orang-orang tertentu saja."

-HW ibn tato WW-