Solusi dari setiap permasalahan, tersirat dalam sebuah kisah tentang 3 orang yang terperangkap dalam sebuah gua. Batu besar menutup pintu gua. Tidak ada yg mendengar suara mereka dari luar. Dan tidak ada yg bisa menyelamatkan mereka dari gua tersebut dari Allah.
Solusinya, ucapan salah satu dari 3 orang tersebut
انْظُرُوا أَعْمَالًا عَمِلْتُمُوهَا صَالِحَةً لِلَّهِ، فَادْعُوا اللَّهَ تَعَالَى بِهَا، لَعَلَّ اللَّهَ يَفْرُجُهَا عَنْكُمْ
Ingat2lah oleh kalian amalan yg pernah kalian kerjakan dengan ikhlas kepada Allah. Berdoalah kepada Allah dengan amalanmu itu (bertawasulah dengan amalanmu itu). Semoga dengannya Allah memberikan kepada kalian jalan keluar.
Hal ini pernah dipraktekkan oleh Al Hasan Al Bashri
عندما هرب الحسن البصري رحمه الله تعالى من الحجاج، دخل بيتًا فقال له صاحب البيت:
: «أليس بينك وبين الله تعالى عمل إذا دعوته به استجاب لك؟!»
فدعا الحسن، فدخل والشرطة وراءه، فبحثوا عنه فلم يجدوه في البيت، ثم رجعوا للحجاج فقال لهم:
«قد كان في البيت ولكن طمس الله على أعينكم».
Ketika al-Hasan al-Bashri rahimahullah Ta‘ala melarikan diri dari al-Hajjaj, beliau memasuki sebuah rumah. Pemilik rumah itu berkata kepadanya:
“Bukankah antara engkau dan Allah Ta‘ala ada satu amalan yang jika engkau berdoa (dgn bertawasul) dengannyq, Allah akan mengabulkan doamu?”
Maka al-Hasan pun berdoa. Lalu pasukan al-Hajjaj dibelakangnya masuk mencarinya. Mereka mencarinya di rumah itu, namun tidak menemukannya. Kemudian mereka kembali kepada al-Hajjaj. Maka al-Hajjaj berkata:
“Sungguh ia tadi ada di rumah itu, tetapi Allah telah membutakan penglihatan kalian.”
Di kala ada masalah atau musibah menimpa kita. Lalu kita merasa tidak ada yang empati kepada kita. Kita merasa tidak ada yg menolong kita kecuali Allah. Ingatlah kisah diatas. Dan amalkan
Ustadz kukuh abu yumna