Selasa, 22 September 2026

KISAH SEDEKAH DAN ITSAR

KISAH SEDEKAH DAN ITSAR

(Mendahulukan Orang Lain Meski Diri Sendiri Membutuhkan)

Ada seorang kaya yang sangat menjaga keikhlasan dalam bersedekah. Ia senang memberikan sedekah secara diam-diam. Ia tidak mengharapkan pujian, ucapan terima kasih, ataupun penghargaan dari siapa pun.

Menjelang hari raya, ia mengirimkan seekor kambing secara sembunyi-sembunyi kepada sebuah keluarga miskin di kampungnya. Ia bahkan berpesan agar identitasnya sebagai pemberi tidak diberitahukan kepada siapa pun.

Keesokan harinya, orang kaya itu pergi ke pasar. Di sana ia melihat seorang lelaki miskin sedang menjual seekor kambing. Setelah diperhatikan, ternyata kambing itu adalah kambing yang kemarin ia sedekahkan.

Ia pun mendekati lelaki tersebut dan bertanya dengan lembut,

“Boleh saya tahu, mengapa kambing ini Anda jual?”

Lelaki miskin itu menjawab,

“Saya mempunyai tetangga yang lebih miskin daripada saya. Ia memiliki anak-anak kecil dan mereka tidak mempunyai apa pun untuk merayakan hari raya. Karena itu, saya menjual kambing ini agar uangnya dapat saya gunakan untuk membeli dua ekor kambing yang lebih kecil: satu untuk keluarga saya dan satu lagi untuk tetangga saya.”

Mendengar jawaban itu, mata orang kaya tersebut berkaca-kaca.

Saat itulah ia menyadari bahwa di hadapannya berdiri seseorang yang mungkin miskin dalam harta, tetapi sangat kaya hatinya.

Dengan penuh haru ia berkata,

“Selamat untukmu. Hari ini engkau telah mengajarkanku makna itsar yang sebenarnya dan hakikat memberi.”

Kemudian ia membeli kedua kambing kecil tersebut dan menyerahkannya kepada lelaki itu. Ia berkata,

“Ambillah dua kambing ini seperti yang engkau inginkan. Dan gunakanlah uang yang ada padamu untuk memenuhi kebutuhanmu.”

Betapa mulianya kedermawanan.

Namun, ternyata puncak kedermawanan bukan sekadar memberikan sebagian dari kelebihan yang kita miliki.

Kedermawanan yang lebih tinggi adalah ketika kita mampu mendahulukan orang lain, padahal kita sendiri sedang membutuhkan.

Inilah yang disebut itsar (الإيثار): mendahulukan kebutuhan orang lain daripada kebutuhan diri sendiri.

Sebagaimana Allah berfirman:

> وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ

“Dan mereka mengutamakan orang lain atas diri mereka sendiri, meskipun mereka juga memerlukan.”
(QS. Al-Hasyr: 9)
Ustadz Dr didik hariyanto lc Ma